Peringati Hari Buruh Sedunia, Buruh Di Bali Tuntut Upah Minimum Sektoral

Bali (2)

Ratusan buruh dan mahasiswa di Denpasar, Bali, menggelar aksi massa untuk memperingati Hari Buruh Sedunia, Kamis (30/4/2015).

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bali ini memulai aksinya dari parkir timur Lapangan Puputan Renon. Lalu, sekitar pukul 10.00 WITA, mereka berjalan kaki menuju sasaran aksi, yaitu kantor DPRD Provinsi Bali.

Menurut koordinator aksi Aliansi Buruh Bali, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana, ada dua tuntutan pokok yang diajukan oleh kaum buruh, yaitu pembentukan Pansus DPRD tentang upah minimum sektoral Provinsi Bali (UMSP Bali) dan penerapan upah minimum sektoral Provinsi Bali tahun 2016.

Dia menjelaskan, Bali yang terkenal sebagai daerah wisata di Indonesia itu ternyata belum memiliki landasan hukum tentang upah yang baik, terutama mengenai penerapan upah minimum sektoral provinsi.

Selama ini, kata dia, penerapan UMP di Bali kurang adil karena diterapkan secara merata di semua jenis usaha. Tanpa memperhatikan jenis usaha dan besar-kecilnya pendapatan pengusaha.

“Kebutuhan terus naik, ditambah dengan naiknya harga BBM, listrik, yang secara periodikal dilakukan pemerintah pusat, telah memberatkan buruh di Bali. Seharusnya ada kebijakan pengupahan yang bisa menaikkan derajat kesejahteraan kaum buruh,” terangnya.

Di kantor DPRD Bali, massa aksi diajukan masuk ke dalam ruangan untuk mengikut Rapat Dengar Pendapat (RDP). RDP itu dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Bali Wayan Cory, Ketua Fraksi PDIP Nyoman Parta, dan Ketua Komisi IV DPRD Bali Ketut Karyasa Adnyana.

Dalam RDP yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, pihak DPRD Bali menyetujui pembentukan Pansus UMSP.

Aliansi Buruh Bali merupakan gabungan sejumlah serikat buruh dan gerakan mahasiswa, yakni Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Lembaga Advokasi Buruh Bali.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut