Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan Dan Lawan Serakahnomic

Serang, Berdikari Online- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Banten resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2026 hingga 2028 di Aula Kesbangpol Provinsi Banten, Kamis, 8 Oktober 2026.

Mengusung tema “Konsolidasi Kepengurusan Baru, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pasal 33 UUD 1945 untuk Melawan Kaum Serakahnomic”, pelantikan dipimpin langsung Ketua Eksekutif Nasional LMND, Muh Isnain Mukadar. Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., yang mewakili Gubernur Banten, Wakil Ketua DPRD sekaligus Sekretaris Jenderal Persaudaraan LMND, Yudi Budi Wibowo, serta Ketua Partai Prima Banten, H. Fikri. Ratusan peserta turut menghadiri acara tersebut.

Dalam pelantikan itu, Faridhotul Jannah resmi menjabat Ketua Eksekutif Wilayah LMND Banten. Ia didampingi Asep Saefullah sebagai Sekretaris dan M. Wasal Falah sebagai Bendahara.

Mewakili Gubernur, Novriyadi Purwansyah dalam sambutannya menyambut baik kehadiran LMND Banten sebagai mitra pengawas bagi pemerintah. Ia berharap kritik yang disampaikan tetap membangun dan program yang dijalankan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami memandang keberadaan organisasi mahasiswa, termasuk LMND, sebagai bagian penting dalam membangun partisipasi publik dan memperkuat kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Dalam pidato pertamanya setelah dilantik, Faridhotul memaparkan visi utama kepengurusan baru, yakni memperjuangkan demokrasi ekonomi berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 sekaligus melawan praktik ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir pihak di Banten.

“Kita ingin demokrasi yang tidak hanya memberi hak memilih, tetapi juga hak untuk hidup layak. Kita ingin pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga pemerataan. Kita ingin negara yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga kuat melindungi kepentingan rakyat. Dan kita ingin perekonomian yang tidak hanya menghasilkan kekayaan, tetapi memastikan kekayaan itu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya di hadapan peserta.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana rakyat benar-benar menikmati kemakmuran, keadilan, dan kesempatan yang setara. Karena itu, Pasal 33 UUD 1945 akan menjadi pijakan utama seluruh gerak organisasi ke depan.

“Ekonomi kerakyatan harus menjadi orientasi pembangunan. Pembangunan harus menghadirkan keadilan sosial. Terhadap setiap struktur ekonomi politik yang mengorbankan kepentingan publik demi keuntungan segelintir pihak, kita akan terus melakukan kritik, kajian, advokasi, dan pengorganisasian,” tandasnya.

Faridhotul juga menjelaskan bahwa penolakan terhadap ketimpangan tidak berarti menolak kemajuan, investasi, maupun pembangunan.

“Bukan karena kita menolak kemajuan, tetapi kita menghendaki kemajuan yang punya arah sosial. Bukan karena kita menolak investasi, tetapi kita menghendaki investasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Bukan karena kita menolak pembangunan, tetapi kita percaya pembangunan harus kembali pada tujuan konstitusionalnya, yaitu mewujudkan kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Ia pun berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas jangkauan kerja hingga ke akar rumput.

“Mari kita jadikan LMND Banten sebagai organisasi yang mampu berpikir kritis, bekerja sistematis, dan bergerak bersama rakyat. Dari Banten kita bangun tradisi intelektual, dari Banten kita wujudkan demokrasi ekonomi, dari Banten kita perjuangkan mandat Pasal 33 UUD 1945. Dan dari Banten pula kita tegakkan ekonomi kerakyatan, lawan kaum Serakahnomic,” tutupnya, disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Dengan dilantiknya pengurus baru, LMND Banten diharapkan semakin solid dalam mengawal kepentingan rakyat dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Banten. Acara ditutup dengan pentas seni debus sebagai bentuk pelestarian budaya Banten, dilanjutkan sesi foto bersama.

(Amir)

[post-views]