57 Tahun Agus Jabo: Api Perjuangan Yang Tak Pernah Padam

Di usia 57 tahun, Agus Jabo Priyono tetap berdiri di jalur yang sama: jalur perjuangan. Waktu boleh mengubah posisi seseorang, dari jalanan menuju kursi pemerintahan, tetapi tidak semua orang kehilangan nyalanya ketika kekuasaan datang. Agus Jabo justru membawa semangat pergerakan itu masuk ke dalam negara. Ia lahir dari tradisi aktivisme yang keras, progresif, dan berpihak pada rakyat kecil. Ia pernah hidup dalam tekanan, bergerak bersama kaum tertindas, melawan ketimpangan, dan percaya bahwa negara harus hadir membela mereka yang paling lemah.

Kini, sebagai Wakil Menteri Sosial, perjuangannya memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar meneriakkan perubahan dari luar pagar kekuasaan, tetapi bekerja dari dalam untuk memastikan negara benar-benar menyentuh rakyat miskin, anak-anak terlantar, kaum rentan, dan mereka yang lama tersisih dari pembangunan. Program-program sosial bukan boleh sekadar menjadi angka serapan anggaran atau panggung birokrasi, melainkan alat pembebasan sosial yang nyata. Di titik inilah watak aktivis Agus Jabo masih terasa: keras terhadap ketidakadilan, kritis terhadap birokrasi yang lamban, dan gelisah bila negara kehilangan keberpihakannya kepada wong cilik.

Perjalanan 57 tahun ini bukan kisah tentang jabatan, tetapi tentang konsistensi. Sebab banyak orang berubah ketika dekat dengan kekuasaan, namun sedikit yang tetap menjaga idealisme sambil memikul tanggung jawab negara. Agus Jabo menunjukkan bahwa aktivisme tidak harus mati ketika masuk pemerintahan. Perjuangan bisa berubah bentuk, tetapi tidak boleh kehilangan arah. Dan selama keberpihakan kepada rakyat kecil tetap menjadi nyawa pengabdian, maka api pergerakan itu sesungguhnya masih menyala.

Selamat ulang tahun Mas Wamen Agus Jabo Priyono

Budi Prasetyo Hadi, Penulis merupakan Tenaga Ahli Mentri Sosial RI.

[post-views]