Buruh Di Poso Peringati Hari Buruh Sedunia

Kaum buruh di Poso, Sulawesi Tengah, tidak ketinggalan dalam memperingati Hari Buruh Sedunia. Hari Kamis (30/4) lalu, ratusan buruh dan petani Poso menggelar aksi massa untuk memperingati momentum tersebut.

Yang menarik, aksi buruh di Poso juga melibatkan kaum tani. Mereka bergabung dalam aliansi bernama Front Buruh-Tani. Aksi ini juga diikuti oleh Serikat Pekerja PLTA Poso.

Tidak hanya itu, untuk menyuarakan tuntutannya, mereka berjalan kaki sejauh 2 kilometer, yakni jalan Tanjung Bulu hingga kantor DPRD Kabupaten Poso.

Front Buruh-Tani mengusung 4 tuntutan pokok, yaitu laksanakan Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960, hapuskan diskriminasi terhadap buruh dan petani, moratorium pembangunan PLTA Poso, dan audit kinerja Disnakertrans Kabupaten Poso.

“Kebijakan pemerintah Poso saat ini sangat diskriminatif terhadap rakyatnya, terutama terhadap buruh dan petani. Buruh dilanggar hak-hak normatifnya, bahkan di PHK. Sedangkan petani dirampas lahan garapannya,” ungkap Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Poso, Faisal Ramadhan, dalam orasinya.

Dengan demikian, kata Faisal, kaum buruh dan petani harus menggabungkan kekuatan untuk melawan berbagai kebijakan yang merugikan kepentingan mereka.

Sementara itu, Ketua SP PLTA Poso Yandrichard mengatakan, pihak PLTA Poso telah mem-PHK puluhan pekerjanya. Padahal, kata dia, para pekerja tersebut sangat butuh pekerja untuk menyambung hidupnya bersama keluarganya.

Ia pun mendesak pemerintah Kabupaten Poso untuk bertindak tegas terhadap perusahaan pembangkit listrik milik Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut.

“Pemerintah seharusnya tidak pandang bulu, tidak melihat kedudukan sosial dan jabatan. Kalau memang melanggar, mestinya ditindak. Mestinya pemerintah Poso melindungi hak-hak kaum buruh,” terangnya.

Untuk menguatkan tuntutannya, Front Buruh-Tani berencana menggelar aksi pendudukan di kantor DPRD Poso. Aliansi yang terdiri dari PRD, SP PLTA POSO, Serikat Tani Nasional (STN), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini berencana bertahan di kantor DPRD hingga hari Senin (3/5).

Fahreza Restu Pramudya

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut