Suluh
Ketaksetiaan Tindakan Pada Kata-Kata
Konon perempuan lebih percaya pada telinga daripada mata, sementara lelaki lebih percaya pada mata daripada telinga. Bagi para...
Melibatkan yang Silam Pada yang Mendatang
Imajinasi tentu saja merupakan hal yang pokok dalam sebuah kebudayaan. Dalam kisah pewayangan setidaknya kepokokan imajinasi itu dihadirkan...
Tsunami Digital dan Gaya Hidup ‘Onlife’
Telah lama kita hidup di ‘era anonimitas’ saat urbanisasi dan industrialisasi melanda dunia kita. Kini di ‘era digital’,...
Nasib Kesucian dan Keluhuran di Tangan Sang Exorbitant
Dalam khazanah pewayangan Jawa istilah “sabrang” atau seberang selalu mengacu pada wilayah dan golongan di luar Jawa yang...
Memahami Keterbelahan
Beberapa bulan ini kegaduhan telah melanda dalam setiap perbincangan masyarakat warga. Ini bermula sejak penetapan Capres tertentu oleh...
Kangsa dan Upaya Pemutusan Tahapan Sejarah
Pada suatu ketika, tiga orang santri tengah melakukan sebentuk ibadah shalat. Tiba-tiba seekor ular membuat kabur dua orang...
PEMUNGUTAN BATHIN
Seorang pemilih di Biliksuara Tangannya gemetar Mencoblos amplop Semalam diterimanya.* Rmangun 18.11.23 Puisi Putu Oka
TUTUR MANIS
Tutur manis Sedang menebak Biji Manggis Jangan menangis.* Rmangun,18.11.23 PUISI PUTU OKA
Ketemu Kamu
Puisi : Putu Oka Sukanta Ira, semalam aku ketemu kamu Tapi kamu tidak tahu. Kita mendaur rindu, Ingat...
Hikayat Para Begawan
Di Jawa, waktu itu memang tak dipahami secara linear, namun sirkular. Konsepsi waktu semacam inilah yang kemudian melahirkan...
Renungan
Puisi : Putu Oka Sukanta Ting Genta bergoyang Mengirim gelombang Menyelusup jauh Ke puncak dan ke lembah Kesadaran...
Menyongsong Politik Melankolia
Jin tentu saja adalah suatu hal yang tak pernah dibahas oleh Karl Marx dan para pengikutnya. Namun bisa...











