DPW Partai PRIMA Jawa Tengah Gelar Diskusi Bersama Duta Besar Iran

Semarang, Berdikari Online – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai PRIMA Jawa Tengah menyelenggarakan diskusi bertajuk “Understanding Nationalism and Development in Iran” di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, bersama Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah Bagas Ardianto Saputra dan Direktur Global Thinkers Institute (GTI), Muhammad Ma’ruf, Ph.D.

Acara berlangsung dalam suasana hangat, penuh antusiasme, dan dihadiri oleh kader Partai PRIMA, akademisi, aktivis, mahasiswa, serta masyarakat umum. Para peserta mengikuti jalannya diskusi dengan penuh perhatian dan aktif menyampaikan pertanyaan mengenai sejarah, pembangunan, serta posisi Iran dalam dinamika geopolitik internasional.

Dalam paparannya, Duta Besar Mohammad Boroujerdi berbagi pengalaman mengenai perjalanan bangsanya dalam menjaga kedaulatan, membangun kemandirian nasional, serta menghadapi berbagai tantangan internasional. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, beliau menjelaskan perkembangan Iran di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan teknologi, serta pentingnya kerja sama antarbangsa yang dilandasi rasa saling menghormati.

Sambutan hangat dari peserta tampak sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan tanggapan menunjukkan tingginya ketertarikan terhadap pengalaman Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan membangun bangsanya. Sejumlah peserta juga menyampaikan dukungan terhadap hak setiap negara untuk menentukan jalan pembangunannya sendiri tanpa tekanan maupun intervensi dari kekuatan asing.

Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah, Bagas Ardianto Saputra, menegaskan bahwa sikap bangsa Indonesia dalam menolak imperialisme memiliki landasan konstitusional yang sangat jelas, sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Menurut Bagas, amanat konstitusi tersebut menjadi dasar moral dan politik bagi Indonesia untuk mendukung kemerdekaan seluruh bangsa, menghormati kedaulatan negara lain, serta menolak segala bentuk penjajahan, kolonialisme, dan imperialisme dalam bentuk apa pun.

Diskusi ini juga menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Iran. Para peserta berharap forum serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana bertukar pengalaman, memperluas wawasan kebangsaan, serta membangun kerja sama yang berorientasi pada perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap bangsa.

Melalui kegiatan ini, DPW Partai PRIMA Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog internasional yang konstruktif, memperkuat semangat anti-imperialisme sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, serta mendukung terwujudnya tatanan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban bagi seluruh umat manusia.

(Amir)

[post-views]