KSP Menyapa Ribuan Pemuda Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat

Pontianak, Berdikari Online – Perbatasan negara merupakan halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga menjadi simpul penentu daya saing bangsa. Negara terus berupaya untuk memaksimalkan kehadirannya di perbatasan dengan tidak hanya melihat perbatasan pada urusan-urusan teritorial saja tetapi juga urusan keamanan manusia (human security). Kantor Staf Presiden (KSP) melalui Tenaga Ahli Bidang Pemuda dan Olahraga, Harsen Roy Tampomuri hadir langsung di perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Barat, (1-3/06/2024).

KSP menyapa ribuan pemuda Kalimantan Barat sebagai bagian dari 12 Provinsi yang berlokasi di Perbatasan Negara dengan berbagai forum seminar, diskusi dan kuliah umum serta interaksi langsung dengan pemerintah daerah serta pemuda-pemudi di perbatasan. Dimulai dari Kabupaten Sanggau dengan Kecamatan Beduai dan Kecamatan Entikong sebagai titik kunjungan kegiatan, kemudian berlanjut ke Kota Pontianak.

Di Kabupaten Sanggau khususnya Kecamatan Beduai dan Entikong yang berbatasan langsung dengan distrik Tebedu, Sarawak Malaysia, forum seminar diselenggarakan dengan tema “Pemuda Perbatasan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan melibatkan Pemuda Katolik Komcab Sanggau, Orang Muda Katolik (OMK), dan Paroki Salib Suci Beduai pada hari Sabtu (1/6/2024) dan GPIB Bukit Agape Entikong (2/6/2024) serta di hadiri oleh jajaran pemerintah Kabupaten Sanggau.

Kunjungan dan kegiatan selanjutnya yakni di Kota Pontianak yang berjarang kurang lebih 5-7 jam dari lokasi sebelumnya di Entikong dan Beduai Kabupaten Sanggau. Acara berlangsung juga di dua tempat yakni Universitas Widya Dharma Pontianak dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat. Dua sesi Kuliah Umum berlangsung dengan tema secara lebih luas yang membahas “Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045” serta “Indonesia Emas 2045: Penguatan dan Kepemimpinan Pemuda Kalbar”, tetapi keduanya juga dalam konteks pemuda perbatasan.

Acara dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Rektor Universitas Widya Dharma (UWD), Ketua Yayasan Widya Dharma, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Ketua GMKI Pontianak, Ketua PMKRI Pontianak, Ketua Hikmahbudhi Kubu Raya, Ketua BEM UWD, mahasiswa dan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Barat. Berlangsung dengan ragam pertanyaan, masukan dan tanggapan dari para peserta. Selain sesi kuliah umum, ada juga interaksi dengan meninjau secara langsung berbagai fasilitas yang menunjang peningkatan kualitas SDM generasi muda perbatasan di Kalimantan Barat.

“Menuju visi Indonesia 2045, kita berharap bisa terwujud wacana dan gagasan Generasi Emas 2045 yakni generasi yang berkualitas, berkompeten dan berdaya saing tinggi. Hal yang sama juga tentunya untuk generasi muda di perbatasan negara termasuk di provinsi Kalimantan Barat. Hal ini sejalan dengan semangat negara yang menempatkan perbatasan bukan sebagai backyard atau halaman belakang negara tetapi sebagai frontyard atau beranda depan NKRI,” tegas Harsen selaku Tenaga Ahli KSP yang dalam studi jenjang S1-S3 melakukan riset terkait perbatasan negara.

Bagi Harsen, pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam frame pentahelix baik sektor swasta, perguruan tinggi, media, dan civil society harus bersinergi serta berkolaborasi untuk memanfaatkan bonus demografi yang akan mencapai puncak pada tahun 2030. Tentu hal ini juga yang akan mendorong terwujudnya Indonesia Emas 2045 sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. Di sisi lain pembangunan manusia harus menjadi perhatian utama selain juga pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

“Pembangunan manusia perlu dilakukan berlandaskan pada tiga pilar pembangunan yakni layanan dasar, perlindungan sosial dan produktivitas serta pembangunan karakter. Ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Penyiapan SDM adalah strategi pertama untuk memanfaatkan bonus demografi yang mencapai puncak pada tahun 2030 untuk Indonesia Emas 2045. Kalbar dengan data BPS tahun 2023 berpenduduk sebanyak 5.623.328 jiwa, tentu akan semakin maju ke depan jika pemudanya siap menghadapi tantangan perubahan, memiliki keberanian, kemampuan berpikir kritis serta berinovasi,” harap Harsen.

Hubertus Vincentus Wake selaku Ketua Pemuda Katolik Komcab Sanggau menyampaikan bahwa kehadiran KSP melalui Tenaga Ahli Bidang Pemuda dan Olahraga di Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau yang datang berbagi soal Visi Indonesia Emas 2045 adalah sebuah berkat bagi generasi muda di Perbatasan. Kehadiran KSP tentu diharapkan dapat sekalian menerima apresiasi dan membawa aspirasi pemuda-pemudi perbatasan dalam upaya mengoptimalkan potensi SDM.

“Dengan memperkuat peran dan kontribusi pemuda perbatasan, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di seluruh wilayah negara sehingga upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 menjadi lebih mungkin. Pemuda di perbatasan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemuda perbatasan menjadi garda terdepan dalam memperkuat kedaulatan negara dan memajudkan pembangunan di daerah terpencil,” ungkap Wake.

Bagi Wake, Pemuda perbatasan dihadapkan pada sejumlah tantangan unik, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang perlu untuk terus ditingkatkan. Apa yang telah dilakukan pemerintah sekarang ini bagi pembangunan perbatasan sudah baik tetapi membutuhkan semakin banyak lagi kebijakan yang diambil untuk meningkatkan kualitas hidup dan ketersediaan sumber daya bagi pemuda di wilayah perbatasan. Meski demikian, sekarang ini pembangunan di perbatasan sudah mengalami kemajuan yang signifikan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat dan sukses atas inisiatif untuk dilaksanakan Kuliah Umum Kepemudaan seperti ini di beberapa wilayah Kalbar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kantor Staf Presiden yang datang langsung ke daerah kami memberikan wawasan dan inspirasi kepada generasi muda tentang pentingnya penguatan karakter dan kepemimpinan dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 secara khusus di Provinsi Kalimantan Barat sebagai daerah perbatasan negara,” ungkap Pj. Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Alexander Rombonang mewakili Pj. Gubernur pada sesi pembukaan kuliah umum di Universitas Widya Dharma Pontianak.

Menurutnya, Indonesia sebagai bagian tatanan masyarakat global telah memiliki visi dan misi untuk membawa negara ini menjadi negara maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial bagi masyarakatnya. Visi dan misi tersebut telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, atau dikenal dengan sebutan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas, dengan visi ‘Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.’

“Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul adalah bagian dari proses dan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Saat ini, Indonesia menghadapai tantangan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain yang telah lebih dahulu maju. Tantangan menjadi lebih berat karena saat ini berada di era VUCA yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Kita hidup di dunia dengan perubahan yang sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kompleks,” ungkap Harrison.

Baginya, peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan negara yang makmur. Indonesia unggul akan dapat dicapai bila secara bersama-sama serta sungguh-sungguh dan bersinergi dalam pembangunan SDM, agar dapat bergerak cepat memenangkan persaingan dan diperhitungkan oleh negara-negara maju dunia.

“Indonesia pada tahun 2045 akan memasuki masa emas, di mana pada saat itu generasi milenial dan generasi Z yang menjadi pemimpin Indonesia sehingga perlu dipersiapkan sedini mungkin. Mahasiswa yang juga bagian dari pemuda perlu dipersiapkan karakter dan kepemimpinannya agar lebih siap menghadapi Indonesia Emas 2045. Kehadiran Kantor Staf Presiden dengan Tenaga Ahli Pemuda dan Olahraga yang masih muda usianya, menjadi magnet tersendiri bagi peserta kuliah umum,” ungkap Hadi Santoso, Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak.

Menurut Hadi, materi yang disampaikan juga sangat inspiratif. Diskusi bersama para peserta kuliah umum juga sangat menarik dengan sesi tanya jawab yang sangat sesuai dengan situasi terkini. Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak berharap di masa yang akan datang Kantor Staf Presiden dapat Kembali hadir menyapa para mahasiswa dan pemuda di Kalimantan Barat untuk memberikan inspirasi dan juga bisa berkolaborasi dalam agenda kepemudaan.

Rektor Universitas Widya Dharma, Hadi Santoso dan Ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Anang Santosa bersama para pimpinan organisasi mahasiswa dan kepemudaan Kalbar mengapresiasi kehadiran KSP. Ada harapan yang sama bagi mereka bahwa ke depannya akan ada lagi agenda dan koordinasi bersama dalam upaya pembangunan SDM generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Ika

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid