Ulama Syiah Serukan Persatuan Anti-Amerika

Dengan berapi-api dan suara lantang, ulama Syiah Moqtada al-Sadr menyerang musuh pokoknya, imperialisme AS, saat menyampaikan pidato pertamanya di Irak setelah kembali dari pengasingan pekan lalu.

Ulama yang pernah disalahkan karena berbagai aksi kekerasan berbau sektarian itu menyatakan kepada pendukungnya bahwa pertumpahan darah sudah tidak bisa ditolelir lagi dan saatnya menggalang persatuan untuk mengatasi persoalan negeri.

Pidato selama 35 menit di Najaf ini merupakan debut pertama kali Al-sadr setelah empat tahun tinggal di pengasingan, yakni di Iran.

Begitu berjalan menuju podium dengan mengenakan sorban hitamnya, Ia harus menunggu lima menit agar 20 ribu orang yang menjadi pendengarnya terdiam supaya bisa mendengar pidatonya.

Semua warga Najaf yang menonton TV menyaksikan bagaimana ia memusatkan perlawanannya terhadap AS.

“Kami masih kuat dan akan terus berjuang untuk melawan pendudukan militer dan budaya, dengan segala macam bentuk perlawanan.”

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Irak masih melakukan perlawanan terhadap pendudukan,” teriaknya.

Meskipun gerakannya kini melegitimasi peranannya di dalam pemerintahan, Al-sadr tetap menegaskan sikap penentangannya terhadap pendudukan AS.

“Mungkin beberapa hari atau beberapa bulan, kami lupa melakukan perlawanan terhadap pendudukan karena disibukkan dengan urusan politik,” kata Al-Sadr. “Kami rakyat Irak, tujuan utama kami adalah mengusir pendudukan segala cara.”

Kurang lebih 50 ribu tentara AS masih ditempatkan di Irak. Pejabat AS masih berusaha bertahan hingga akhir 2011, yang selama ini direncanakan dibawah persetujuan AS-Irak, untuk melakukan hal-hal seperti kontrol wilayah udara dan memonitoring perbatasan.

Tapi pernyataan Al-Sadr telah memperjelas bahwa sulit untuk perdana menteri Nouri al-Maliki untuk menegosiasikan ulang kesepakatan itu.

Ulama ini juga menekankan kebutuhan untuk memperbaiki pelayanan negara dimana listrik masih terputus, air minum harus dibawa ke rumah-rumah melalui jalan, dan limbah masih di jalanan.

Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menarik dukungannya kepada pemerintah apabila tidak meningkatkan pelayanannya kepada rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut