Tuntut Tempat Berjualan, Pedagang Pasar Sukoharjo Duduki Gedung PPPD

Pedagang Pasar Ir Soekarno.jpg

Sudah dua tahun pedagang pasar Ir Soekarno di Sukoharjo, Jawa Tengah, terkatung-katung nasibnya. Selama ini mereka hanya menempati pasar darurat dengan kondisi memprihatinkan.

Jumat (28/2) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan pedagang pasar Ir Soekarno Sukoharjo kembali menggelar aksi massa. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Sukoharjo segera menyediakan tempat berjualan yang layak bagi pedagang.

Dalam aksi tadi pagi, para pedagang yang didukung oleh Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), BEM Staimus, BEM UMS, dan Sekar Asih, berusaha menduduki Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (eks gedung lowo).

“Kami sudah dua tahun terlunta-lunta karena mangkraknya pembangunan pasar Ir Soekarno. Selama itu kami menempati pasar darurat dengan kondisi yang memprihatinkan,” kata koordinator aksi, Topan Tri Haryoko, saat berorasi di tengah-tengah aksi siang tadi.

Menurut Haryoko, aksi pendudukan eks Gedung Lowo itu merupakan jalan terakhir bagi pedagang akibat tidak adanya kejelasan terkait penyelesaian pembangunan pasar Ir Soekarno.

Sebelumnya, kata Haryoko, para pedagang sudah mengajukan permintaan kepada Bupati Sukoharjo agar para pedagang diperbolehkan menempati eks Gedung Lowo tersebut.

Surat tersebut diajukan pada tanggal 27 Januari 2014. Namun, pada tanggal 10 Februari lalu, Bupati Sukoharjo melalui surat balasannya menolak permintaan pedagang tersebut.

Belakangan, kata Haryoko, pedagang mendengar kabar bahwa tempat tersebut akan ditempati oleh para tengkulak dan pedagang dari luar kabupaten Sukoharjo. “Ini artinya pemerintah sengaja mengabaikan tuntutan para pedagang yang notabene rakyat kecil ini,” katanya.

Dalam aksi siang tadi, para pedagang sempat singgah di depan rumah dinas Bupati Sukoharjo. Di situ para pedagang menggelar orasi secara bergantian untuk mengecam sikap Bupati yang mengabaikan nasib pedagang.

Selain itu, para pedagang juga menggelar Sholat Jumat berjamaah di tengah jalan. Lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, para pedagang mulai bergerak ke depan eks Gedung Lowo.

Dalam aksinya, massa aksi yang terdiri dari pedagang dan mahasiswa ini berhasil menerobos barikade aparat keamanan. Mereka pun berhasil melakukan aksi pendudukan di gedung tersebut.

Beberapa jam kemudian, massa aksi membakar pocong dengan dipasangi poster berwajah Bupati sebagai bentuk kekecewaan pedagang atas sikap Bupati Sukoharjo yang tetap mengabaikan tuntutan para pedagang.

Untuk diketahui, nasib pedagang Ir Soekarno ini mulai terkatung-katung sejak mangkraknya pembangunan pasar Ir Soekarno. Proyek senilai Rp 24,8 milyar dikerjakan oleh PT. Ampuh Sejahtera.

Untuk sekarang ini, pedagang menempati pasar darurat di atas lahan milik Bank Indonesia. Itupun masa kontraknya akan berakhir pada bulan Desember mendatang. Karena itu, para pedagang khawatir nasibnya akan terus terlunta-lunta jikalau tidak ada kepastian mengenai tempat berjualan yang layak.

Sumarjono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut