Tolak Kenaikan Harga BBM, Tiga Mahasiswa Gelar Aksi Jahit Mulut

Tiga orang aktivis mahasiswa menggelar aksi jahit mulut dan mogok makan di depan kantor LBH Jakarta, Rabu (17/4). Mereka menolak rencana pemerintah SBY menaikkan harga BBM pada bulan Mei mendatang.

Ketiga aktivis itu adalah Angel (mahasiswa Universitas Bung Karno), Jati ( mahasiswa Universitas Satya Negara Indonesia) dan Alfred (mahasiswa Universitas Bung Karno).

Dwi Puspa Adi, koordinator aksi ini, menganggap alasan kenaikan harga BBM, yakni menutupi kebocoran APBN yang sudah mencapai 60 persen, sangat tidak masuk akal.

“Seharusnya, pemerintah menutupi kenaikan BBM ini dengan uang yang telah dikorupsi oleh anggota DPR dan pejabat lainnya,” ujarnya.

Lagipula, kata Dwi, kenaikan harga BBM itu tidak seharusnya terjadi karena harga minyak dunia sudah turun. “Indonesia adalah negara penghasil minyak bumi. Suatu hal yang tak masuk akal bila BBM naik,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Dwi, aksi jahit mulut dan mogok makan tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang gagal menyejahterakan rakyatnya.

Menurut Dwi, aksi jahit mulut dan mogok makan ini akan terus dilakukan hingga pemerintahan SBY tidak jadi menaikkan harga BBM. Ia juga menyerukan agar mahasiswa Indonesia lainnya melakukan perlawanan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

“Kami akan menunggu teman-teman untuk bergabung. Karena dengan inilah para pejabat akan mendengarkan kita,” katanya.

Dalam aksi jahit mulut ini, mahasiswa memasang tenda sederhana di depan kantor LBH. Tiga peserta aksi duduk di dalam tersebut. Di belakang mereka ada spanduk putin bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga BBM, Turunkan SBY-Boediono!”. Mereka juga menyerukan nasionalisasi aset-aset asing di Indonesia.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut