Tolak APEC, Tiga Aktivis FNPBI Dan LMND Ditangkap

Aksi massa 200-an aktivis Gerakan Rakyat Tolak APEC (Gertac) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/4). Mereka menolak keterlibatan Indonesia dalam Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Aksi massa 200-an aktivis Gerakan Rakyat Tolak APEC (Gertac) di Surabaya, Jawa Timur, direpresi oleh pihak Kepolisian, Rabu (17/4). Tiga orang aktivis ditangkap oleh Kepolisian.

Ketiga aktivis itu adalah Slamet Sugianto (FNPBI), Joko Susanto (FNPBI), dan Nauval (LMND). Ketiganya digiring paksa ke markas Polrestabes Surabaya.

Awalnya, 200-an aktivis Gertac ini memulai aksinya dari BRI Tower di Jalan Basuki Rachmad Surabaya. Di sana mereka menggelar orasi-orasi dan membentangkan spanduk.

Tak lama kemudian, tanpa alasan yang jelas, polisi merampas paksa banner Aliansi Gertac. Salah seorang pengurus PRD, Samirin, yang berusaha bernegosiasi dengan polisi, malah dipukuli.

Namun, massa aksi tetap bertahan. Mereka juga tetap melanjutkan orasi-orasi berisi penolakan terhadap pertemuan APEC. “Ini hanyalah konsolidasi modal asing untuk menjarah kekayaan alam Indonesia,” kata Koordinator aksi, Sangkit Widodo.

Massa aksi kemudian bergerak ke hotel JW Marriot, tempat berlangsungnya pertemuan APEC (Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik). Namun, ruas jalan menuju lokasi tersebut sudah diblokade oleh kepolisian. Massa pun berhenti di depan Gedung Grahadi.

Tiba-tiba polisi kembali melakukan provokasi. Seorang peserta aksi yang memegang bendera dengan bambu agak runcing ditangkap. Ini kemudian disertai dengan penangkapan dua aktivis lainnya.

“Polisi bertindak terlalu berlebihan. Mereka telah merampas hak kami untuk menyatakan pendapat di muka umum,” ujar Sangkit Widodo.

Massa aksi kemudian melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Jawa Timur dan kantor Gubernur Jatim. Di sana massa aksi kembali menyatakan penolakan atas pertemuan APEC.

Sekitar pukul 12.30 WIB, massa aksi melanjutkan aksinya ke kantor koperasi telekomunikasi seluler (KISEL). Di sana massa aksi menuntut agar pekerja outsourcing Telkomsel dipekerjakan kembali.

Karena tak mendapat respon, akhirnya peserta aksi memutuskan untuk menggelar pendudukan. Pihak manajemen KISEL pun merasa gentar dengan aksi ratusan buruh dan mahasiswa ini.

Negosiasi pun dilakukan. Alhasil, pihak KISEL setuju mempekerjakan kembali para pekerja. Hasil ini disambut suka-cita oleh massa aksi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tiga aktivis yang ditangkap dan ditahan di Polrestabes Surabaya belum dibebaskan. Para pengurus PRD, LMND, FNPBI, dan SRMI mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk mendampingi dan menuntut pembebasan ketiga aktivis.

Alainsi Gerakan Rakyat Tolak APEC (Gertac) merupakan gabungan dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Kamaruddin Koto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut