Tolak Kenaikan BBM, Barisan Rakyat Sumsel ‘Duduki’ Kantor DPRD

Sedikitnya 50-an mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Sumatera Selatan Menggugat menggelar aksi massa menentang kenaikan harga BBM, Jumat (21/6/2013).

Massa aksi Barisan Rakyat Sumsel Menggugat memulai aksinya dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang menuju kantor Pertamina cabang Palembang. Di sana mereka berorasi bahwa kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat.

“Jika merujuk ke konstitusi, subsidi adalah kewajiban negara. Seharusnya, pemerintah tidak bisa mencabut subsidi hanya karena tekanan lembaga asing, seperti IMF dan Bank Dunia,” kata Muhamad Astri, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Usai menggelar berorasi sebentar di depan kantor Pertamina, massa Barisan Rakyat Sumsel melanjutkan konvoi menuju kampus Bina Darma Palembang untuk mengajak mahasiswa di kampus tersebut bergabung dalam aksi menolak kenaikan harga BBM.

Lalu, massa aksi Barisan Rakyat Sumsel melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Sumsel. Karena tidak ditemui oleh satu anggota DPRD pun, massa aksi pun masuk ke ruangan dan men-sweeping anggota DPRD. Namun, banyak ruangan anggota DPRD yang kosong.

Karena kecewa, massa aksi pun memasuki ruangan Sidang Paripurna DPRD Sumsel. Di sini mereka menggelar semacam panggung rakyat dan teatrikal. “DPRD seharusnya satu suara dengan rakyat menolak kenaikan harga BBM,” kata Galuh Sitoresmi, koordinator aksi Barisan Rakyat Sumsel Menggugat.

Menurut Galuh Sitoresmi, kenaikan harga BBM akan menjadi beban besar bagi rakyat Indonesia. Apalagi, kata dia, rakyat Indonesia sebentar lagi memasuki bulan puasa, lebaran, dan tahun ajaran baru.

Mass aksi mengajak anggota DPRD untuk bergabung dengan rakyat di jalan-jalan untuk menolak kenaikan harga BBM. Karena tetap tidak direspon, massa aksi Barisan Rakyat Sumsel pun menduduki ruang Sidang Paripurna DPRD selama beberapa jam.

Baru kemudian seorang anggota DPRD, Slamet Somosantoso, datang menemui massa aksi. Ia menyatakan mendukung gerakan menolak kenaikan harga BBM. Meski demikian, sikapnya itu hanya merepresentasikan sikapnya secara pribadi.

Barisan Rakyat Sumsel Menggugat merupakan gabungan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), BETARA, REPDEM, FRABAM, dan SPK5.

Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut