Update Pembubaran Aksi Pendudukan Bima: Korban Kena Tembak Sempat Dibuang Ke Laut Dan Parit

Tindakan brutal aparat kepolisian di Bima, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya berbentuk muntahan timah panas. Tetapi, menurut Delian Lubis, seorang aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bima, korban yang tertembak sebagian sempat dibuang ke laut dan parit-parit.

Bahkan, menurut Lubis, yang saat kejadian berada di lokasi, korban yang sudah terjatuh karena tertembak, masih ditembak lagi oleh aparat kepolisian. “Ini memang perlakuan yang sangat tidak manusiawi,” kata Lubis.

Perlakuan kasar juga dialami oleh korban yang tertangkap oleh Polisi. Mereka dipukuli dan diseret naik mobil Dalmas. Pemukulan itu berlanjut hingga para korban sudah berada di atas mobil Polisi.

Padahal, sejak awal warga menyatakan siap untuk melakukan negosiasi. Warga juga sepakat untuk tidak menggunakan jalur konfrontasi. “Di tengah massa kami ada juga kaum ibu dan perempuan. Kami tidak ingin rakyat jatuh korban,” ujar Lubis.

Namun, ketika sebagian massa masih tertidur, Polisi tiba-tiba melancarkan serangan berupa tembakan membabi-buta. Jumlah polisi juga sangat besar, yakni 1000-an orang. Sedangkan jumlah warga hanya berkisar 200-an orang.

Ketika diserang dan ditembaki, kata Lubis, warga tidak melakukan perlawanan apapun. Sebagian memilih melarikan diri untuk menghindari serangan dan kebrutalan Polisi.

Info terakhir dari Delian Lubis, Polisi sedang mengepung sebuah desa yang menjadi tempat evakuasi warga. Situasi mencekam meliputi seluruh penghuni desa tersebut.

Lubis dan rakyat Lambu sangat berharap adanya tekanan politik di tingkat pusat untuk segera menghentikan kebrutalan Polri, khususnya Brimob, yang didatangkan khusus dari Jakarta.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut