SRMI Lampung Protes Penelantaran Pasien Di RSUD Abdul Moeloek

Aksi teatrikal aktivis SRMI Lampung di depan RSUD Abdul Moeloek, Lampung (9/4/2013)

Puluhan aktivis yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi protes di depan RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) di Bandar Lampung, Selasa (9/4).

Dalam aksinya, SRMI Lampung mengecam tindakan RSUDAM yang menelantarkan pasien miskin bernama Juartini. “Tidak ada alas an bagi rumah sakit untuk menelantarkan pasien miskin. RUSDAM ini dibangun dengan uang rakyat. Operasionalnya pun dibiayai oleh rakyat,” ujar Ketua SRMI Lampung, Novel Sanggem.

Menurut Novel, kesehatan merupakan hak azasi setiap warga negara, termasuk kaum miskin. Apalagi, kata Novel, pemerintah saat ini punya program Jaminan Kesehatan gratis, yakni Jamkesmas, untuk melayani pasien miskin.

Dalam orasinya, Novel meminta pihak RSUDAM, Gubernur Lampung, dan DPRD Lampung tidak menutup mata atas kejadian semacam ini. “Kejadian semacam ini sudah sering terjadi. Sayangnya, pemerintah selalu abai dan seolah-olah tidak tanggung-jawab terhadap kesehatan rakyat,” tegasnya.

Dalam aksinya, SRMI juga mendapat dukungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Mereka pun menggelar aksi teatrikal sebagai bentuk sindiran terhadap kebijakan RSUDAM mengabaikan hak pasien miskin.

Aksi teatrikal itu diperankan 5 orang, yakni satu dokter, satu birokrat, dan tiga rakyat miskin. Mereka memperlihatkan bagaimana pasien miskin rela tidur beralaskan tikar di lorong rumah sakit karena diabaikan rumah sakit.

Untuk diketahui, sejak Selasa (2/4) hingga Jumat (5/4), Juartini (38), warga Desa Lebungbelimbing, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, tidur beralaskan tikar di lorong RSUDAM.

Ibu lima anak ini menderita tumor perut yang sangat parah. Namun, pihak RSUDAM mengabaikan dan tidak memberi ruangan kepada Juartini. Akhirnya, Ia pun memilih tidur beralaskan tikar di lorong rumah sakit.

Begitu kejadian ini diangkat media massa, barulah pihak RSUDAM memberikan ruangan. Namun, kejadian itu telah mengoyak-ngoyak rasa kemanusiaan banyak orang.

Saddam Cahyo 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut