Peringati Hardiknas, Mahasiswa Toraja Soroti Mafia Pendidikan

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ratusan mahasiswa menggelar aksi massa di Kantor Bupati Toraja, Jumat (2/5/2014).

Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Bersatu Peduli Pendidikan menyoroti maraknya praktik mafia pendidikan yang menggerogoti penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten tersebut.

“Pendidikan di Tana Toraja akan sulit maju kalau praktek mafia pendidikan ini terus dibiarkan,” ujar koordinator aksi, Yohanis B Parinding.

Yohanis mengungkapkan, para mafia pendidikan itu hanya memanfaatkan lembaga pendidikan untuk mengeruk keuntungan pribadi. Akibatnya, biaya pendidikan menjadi mahal dan sulit diakses oleh mereka yang berpendapatan rendah.

Dalam aksinya mahasiswa juga menyoroti penempatan guru-guru yang tidak merata di sekolah-sekolah. “Di satu sisi, ada sekolah yang gurunya menumpuk. Di sisi lain, ada sekolah yang justru mengalami kekurangan guru,” kata Yohanis.

Mahasiswa juga menyoroti adanya guru yang menerima sertifikasi tetapi menerima gaji yang tak sesuai. Penyebabnya, guru-guru tersebut punya kemampuan yang belum memadai.

“Contoh kecil saja, untuk mengoperasikan komputer, masih banyak guru yang belum bisa,” katanya.

Dalam aksinya, mahasiswa juga mendesak pemerintah menyediakan kendaraan roda dua bagi guru-guru yang bertugas di pedalaman atau daerah-daerah yang terpencil.

Lebih lanjut, mahasiswa juga menyoroti perihal Dana Alokasi Khusus dan Block Grant dari pemerintah pusat yang berpotensi diselewengkan oleh penyelenggara pendidikan di Tana Toraja.

“Di sini pemerintah Tana Toraja harus turun langsung untuk mengecek ke lapangan, apakah bantuan dari pusat itu sudah tepat sasaran atau tidak,” katanya.

Aksi mahasiswa ini dijaga ketat oleh aparat keamanan. Ketika mahasiswa meminta bertemu dengan Bupati, yang bersangkutan tidak adadi tempat. Karena tidak percaya, mahasiswa kemudian berusaha menyisir ke dalam gedung untuk mencari Bupati.

Namun, karena upaya dihalang-halangi oleh aparat kepolisian, terjadilah aksi dorong-dorongan. Beruntung aksi dorong-dorongan ini tidak berlanjut menjadi bentrokan.

Front Rakyat Bersatu Peduli Pendidikan ini merupakan gabungan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Serikat Pemuda Toraja (SPT), Gerakan Pemuda Bonggakaradeng Rano, Senat Mahasiswa Ekonomi UKI Toraja, Senat FKIP UKI Toraja, dan Himpunan Mahasiswa Makale Selatan.

Jens Batara Marewa

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut