Sembilan Bulan Gaji Pegawai Honorer Unimal Tidak Dibayarkan

Ibarat kata pepatah: “sudah jatuh, ketimpa tangga pula.” Begitulah gambaran nasib pegawai di kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumaweh. Sudah tentu gaji para pekerja honorer itu tidak seberapa, tetapi sekarang malah sangat terlambat dibayarkan.

Sekian lama terpendam, akhirnya para pegawai honorer ini mulai menumpahkan keluh dan kesahnya kepada aktivis mahasiswa. Seorang pegawai honorer yang tidak mau disebutkan namanya mengaku bahwa dirinya sangat bingung dengan situasi dan tidak tahu harus mengadukan nasib kepada siapa lagi.

“Kami tidak tahu harus mengadu kemana. Sebab, jika kami mengadu kepada media massa, maka pastilah kami dipecat,” ujar pegawai tersebut.

Merespon keadaan tersebut, organisasi mahasiswa pun melakan perlawanan. Salah satu diantaranya adalah Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA). Dalam release yang disebarkan kepada media, FKMA meminta pihak rektorat Unimal agar memahami nasib dan kondisi para pekerja honorer tersebut.

Presidium FKMA Isbahannur Husein Ali menegaskan, bahwa gaji pegawai honorer Unimal sangat jauh di bawah ketentuan Undang-Undang ataupun ketentuan Upah Minimum. “Pada awalnya, pegawai honorer dibayar dengan gaji Rp750 ribu, tetapi kemudian malah diturunkan lagi menjadi Rp500 ribu. Sementara ketentuan upah minimum di Aceh adalah Rp1.300.000,-,” katanya.

Menurut pengakuan pegawai honorer, sebagaimana disebutkan dalam release FKMA, para pegawai honorer pernah menandatangani surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Rektor Unimal, yang pada intinya menegaskan bahwa pekerja harus bersedia menerima besaran gaji sesuai dengan kemampuan universitas dan bersedia menerima konsekuensi jika kemudian hari gaji tersebut tidak dapat dibayarkan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut