Satpol PP Evakuasi Paksa Petani Di Depan DPR, Satu Orang Petani Hilang

Puluhan anggota Satpol PP dari Pemda DKI Jakarta mengevakuasi paksa 250-an petani di depan gedung DPR-RI, di Jakarta, tadi malam (17/11). Selanjutnya, para petani dipindahkan ke lapangan merah, Benhil, Jakarta pusat.

Sebelumnya, 250-an petani dari Serikat Tani Nasional (STN) Jambi membangun tenda di depan gedung DPR RI. Mereka berencana menginap selama beberapa hari di depan gedung perwakilan rakyat itu.

“Kami berencana menggelar aksi massa di kantor Kementerian Kehutanan. Supaya dekat dengan lokasi aksi, kami menginap di depan kantor DPR ini,” kata Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi, Mawardi, yang memimpin aksi petani ini.

Akibat evakuasi paksa ini, seorang petani bernama Sianipar, berusia kira-kira 50-an tahun, dilaporkan hilang. Sianipar berasal dari dusun Mekar Jaya, Kecamatan Mandiangin, Sorolangun, Jambi.

Menurut keterangan petani, pada saat proses evakuasi paksa sedang berlangsung, Sianipar meminta izin untuk mandi ke sebuah tempat di sekitaran DPR. Namun, begitu Sianipar sudah pergi, teman-temannya sudah dipindah ke lapangan Benhil.

Masalahnya, Sianipar tak membawa alat komunikasi apapun. Ia juga diduga tak mengerti seluk-beluk berbagai lokasi di Jakarta. Maklum, Sianipar baru pertama-kalinya ke Jakarta. Hingga pukul 14.00 WIB, Sianipar tak berhasil ditemukan oleh kawan-kawannya.

Upaya pencarian di sekitaran DPR juga tak membuahkan hasil. “Entah di mana dia sekarang. Kita sudah mencari kesana-kemari. Dia tidak tahu kalau kami dievakuasi. Dia juga tidak tahu kalau kami berada di sini (Benhil),” ujar seorang petani.

Hingga berita ini diturunkan, Sianipar belum juga ditemukan. Sementara 250-an petani lainnya sedang menginap di lapangan Merah Benhil, Jakarta pusat. Mereka membangun tenda di lapangan tersebut.

Rencananya, 250-an petani dari Jambi ini akan menggelar aksi di kantor Kemenhut RI, senin (19/11) besok. Mereka hendak menagih janji Kemenhut terkait enclave tanah seluas 8 ribu hektar milik petani Kunangan Jaya Dua (Batanghari) dan tanah seluas 3.482 hektar milik petani Mekar Jaya (Sorolangun).

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut