Chavez Mengecam Serangan Biadab Israel Ke Jalur Gaza

Chávez-en-Maracay

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengutuk keras serangan Israel ke wilayah Jalur Gaza, Palestina. Chavez menganggap serangan itu sebagai tindakan “biadab” dan “barbarian”.

“Agresi baru terhadap jalur gaza kembali dimulai. Biadab! Biadab! Negara Israel mengebom jalur gaza lagi,” kata Hugo Chavez, di Caracas (16/11/2012). Chavez menyerukan agar agresi biadab terhadap rakyat Palestina segera diakhiri.

Israel memulai serangan baru terhadap jalur Gaza, Palestina, sejak hari Rabu lalu. Serangan itu telah menewaskan 28 orang lebih dan lebih 250-an orang lainnya terluka. Tak hanya itu, serangan hari Rabu itu juga menewaskan seorang pemimpin militer Hamas, Ahmed Jabari.

Hugo Chavez berpendapat, serangan Israel ini terjadi karena Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah menegaskan bahwa dirinya akan meminta, sekali lagi, kesempatan untuk memasukkan Palestina sebagai anggota penuh PBB.

Mahmoud Abbas mengajukan proposal baru untuk keanggotaan penuh Palestina di PBB pada bulan September lalu. Chavez menganggap proposal itu sebagai sesuatu yang realistis, tetapi Israel justru membalasnya dengan perang.

“Karena itu, kami meminta untuk perdamaian dunia…serangan terhadap Suriah, Palestina, dan rakyat dunia lainnya dihentikan,” tegasnya.

Venezuela merupakan salah satu negara Amerika Latin yang mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina. 17 September 2011, Chavez mengirim surat ke Sekjend PBB, Ban Ki-Moon, mengenai dukungan Venezuela untuk kemerdekaan Palestina.

Awal pekan lalu, Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah menegaskan sikap Venezuela untuk mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB. “Kami akan menemai Rakyat Palestina di semua perjuangannya. Di Forum PBB, suara kami akan memihak pada Rakyat Palestina,” tegasnya.

Dukungan Venezuela terhadap Palestina bukan sekarang saja. Pada tahun 2009, Venezuela merupakan negara pertama yang mengusir dubes Israel dan memutuskan hubungan diplomatik sebagai respon terhadap serbuan Israel ke Jalur Gaza.

Tak satupun negara Arab atau negara-negara Islam yang berani mengikuti langkah politik Venezuela itu. Justru, tindakan Venezuela  diikuti oleh negara-negara kiri Amerika Latin, seperti Bolivia, Ekuador, Brazil, dan lain-lain.

Pada tahun 2011, Venezuela mendukung keanggotaan Palestina di PBB. Bahkan, aksi demonstrasi mendukung kemerdekaan Palestina digelar di seantero Venezuela. Rakyat Venezuela turun ke jalan-jalan meneriakkan kemerdekaan Palestina.

Bagi rakyat Palestina, Hugo Chavez adalah pahlawan mereka. Photo Presiden Hugo Chavez dan bendera Venezuela kerap menghiasi aksi-aksi rakyat Palestina di jalur Gaza dan berbagai tempat lainnya.

Di Bire Utara, sebuah daerah di Lebanon selatan, nama “Hugo Chavez” diabadikan sebagai nama sebuah jalan di tempat itu. Pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nassrallah, meminta agar negara-negara Arab belajar pada Venezuela dan negara-negara Amerika Latin.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut