“Robot SBY” Warnai Aksi Anti-WTO Di Makassar

Seorang massa aksi mengenakan kostum ala robot, yang digambarkan sebagai Presiden SBY, mewarnai aksi massa menentang Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12/2013).

Aksi tersebut digelar oleh 70-an aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Makassar. Mereka menggelar aksinya di bawah jembatan layang Tol Reformasi Makassar.

Menurut Ketua LMND Makassar Muhamad Asrul, adanya simbolisasi SBY sebagai robot untuk menunjukkan bahwa rezim SBY tak ubahnya robot yang diarahkan sesuai keinginan tuannya.

“Saya kira, pertemun WTO di Bali itu jelas merugikan kepentingan bangsa. Tetapi kok SBY malah menghabiskan energi dan anggaran negara untuk menyukseskannya. Ini sama saja dengan robot yang tak berperasaan,” kata Asrul.

Asrul menjelaskan, tiga agenda penting yang dibawa ke pertemuan WTO di Bali, yakni liberalisasi pertanian, liberalisasi perdagangan barang dan jasa, serta paket bantuan bagi negara kurang berkembang (LCDs), justru merugikan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Ia mencontohkan, sejak Indonesia tunduk pada skenario WTO untuk meliberalkan sektor pertanian, misalnya dengan penghapusan subsidi dan liberalisasi impor, produksi pangan Indonesia merosot. Bahkan Indonesia kemudian bergantung pada impor pangan.

Asrul menambahkan, kebijakan liberalisasi perdagangan barang dan jasa juga menyebabkan industri nasional Indonesia terdesak ke bibir jurang kehancuran. “Sekarang pasar domestik kita dikuasai barang-barang impor,” tegasnya.

Bagi Asrul, Indonesia tidak punya pilihan lain selain keluar dari keanggotaan WTO dan kembali kepada jalan ekonomi yang dirumuskan para pendiri bangsa, yakni pasal 33 UUD 1945. Ia juga mendesak agar Indonesia terlibat aktif dalam mempromosikan tata perdagangan global baru yang lebih berkeadilan sosial.

Dalam aksinya, aktivis LMND juga membawa kerangkeng yang didalamnya ada bendera merah-putih. Menurut aktivis LMND, merah-putih dalam kerangkeng menggambarkan Indonesia saat ini yang terperangkap dana neo-kolonialisme dan imperialisme.

Tak hanya itu, aksi massa LMND ini juga diwarnai dengan aksi teatrikal. Digambarkan bagaimana Indonesia diseret-seret oleh negeri-negeri imperialise.

Sekitar pukul 13.30, aktivis LMND mengakhiri aksinya dengan membacakan pernyataan sikap menolak pertemuan WTO di Bali dan mendesak Indonesia keluar dari keanggotaan di WTO.

Enal Mappatoba 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut