Ribuan Petani Lambu Kembali Gelorakan Perlawanan

Sungguhpun berada di bawah tekanan dan represi, ribuan petani kecamatan Lambu tetap memperlihatkan perjuangan gagah-berani.

Dengan menumpangi puluhan truk dan kendaraan bermotor, ribuan petani ini mulai bergerak dari desanya menuju kantor Bupati Bima. Mereka tetap teguh pada tuntutan semula: pencabutan Ijin Usaha Pertambangan terhadap PT. Sumber Mineral Nusantara.

Disamping tuntutan itu, para petani juga menuntut pembebasan kawan-kawan mereka yang masih ditahan. “Masih ada lima orang kawan kami yang ditahan oleh kepolisian,” ujar koordinator lapangan aksi ini, Mohammad.

Sesampainya di sasaran aksi, sekitar pukul 11.00 WITA, massa sempat memblokir jalan yang berada di depan kantor Bupati, Jl. Soekarno-Hatta. Kemacetan pun tidak terhindarkan.

Aksi pemblokiran ini berjalan selama 5 jam, sekaligus bentuk tekanan untuk memaksa Bupati menemui dan bernegosiasi dengan kaum tani. Awalnya, massa petani ini berencana menginap di kantor Bupati, tetapi rencana ini batal karena Bupati bersedia berdialog dengan perwakilan petani.

Sampai berita ini diturunkan, Berdikari Online belum berhasil mendapatkan informasi mengenai point-point kesepakatan antara petani dan pihak pemerintah setempat.

Dukungan Mahasiswa

Aksi ribuan petani ini mendapat dukungan gerakan mahasiswa, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Sebelum bergabung dengan aksi petani, ratusan massa LMND kota Bima menggelar aksi di kampus STIKIP Bima. Mereka menyatakan dukungan terhadap perjuangan petani Lambu dan juga Parado.

“Gerakan mahasiswa harus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat di Lambu dan Parado. Bukan saatnya kita berpangku tangan,” ujar seorang mahasiswa yang begitu bersemangat menyampaikan orasi.

Mahasiswa ini berencana menggelar aksi mogok makan, jika tuntutan para petani Lambu diabaikan oleh pemerintah. Berhubung bupati bersedia menerima perwakilan massa petani, maka rencana mogok makan ini pun dibatalkan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut