Rejim Soeharto Lebih Baik?

Kita akan sulit menemukan sebuah survei yang independen, yang hasilnya bisa bebas dari kepentingan donatur dan kepentingan politik manapun. Terlebih lagi, dalam dunia yang semakin dituntun oleh logika profit, yang namanya metodologi dan penelitian pun bisa dibeli.

Dalam kasus terbaru, sebagian orang tentu dibuat kesal oleh hasil survei yang baru saja diumumkan oleh Indo Barometer, sebuah lembaga survei ternama yang dikomandoi oleh intelektual bernama M Qodari. Hasil survei lembaga tersebut, antara lain, menyebutkan bahwa Soeharto adalah presiden yang paling disukai masyarakat Indonesia.

Kita tidak bisa bersikap reaksioner dalam menanggapi hasil survei semacam ini, terlebih suara-suara seperti ini sudah lazim terdengar di tengah-tengah rakyat sendiri, meskipun pendapat semacam itu didukung oleh logika berfikir sederhana dan ingatan historis yang sangat pendek.

Marilah kita melihat persoalan ini dengan arif dan bijaksana melalui tiga hal: Pertama, kesimpulan ini belumlah bisa dianggap mewakili pandangan keseluruhan rakyat Indonesia, meskipun pemilik lembaga survei ini mengaku bahwa tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dan margin of error sebesar +/- 3,0 persen.

Kedua, marilah melihat persepsi masyarakat itu, jika itu pun benar-benar dianggap mewakili sebagian cara berfikir rakyat kita, sebagai cerminan kondisi ekonomi-politik akhir-akhir ini yang kurang menguntungkan bagi sebagian besar rakyat.

Ketiga, prestasi gerakan pro-demokrasi berhasil menggulingkan tiran Soeharto itu, sedikit dan banyaknya, belum berhasil mengikis habis hegemoni 32 tahun kekuasaan rejim tersebut dan angin reformasi itu sebagian besar hanya menyentuh masyarakat perkotaan dan kelas menengah.

Mungkin masih ada sudut pandang lain, tetapi tiga hal inilah yang akan kami anggap sangat penting.

Survei ini hanya melibatkan 1200 responden, yang disebut mewakili keseluruhan rakyat Indonesia yang berjumlah kurang lebih 230 juta orang. Belum lagi, kita sendiri belum mengetahui seperti apa keterwakilan masyarakat dalam survei ini berdasarkan kategori-kategori seperti geografis, umur, afiliasi politik, pekerjaaan, dan lain-lain.

Apakah survei ini sudah benar ataukah sepenuhnya salah? Menurut kami, ada baiknya dibantah dengan sebuah survei dan penelitian versi kita yang lebih akurat dan melibatkan partisipasi rakyat (responden) secara luas. Tidak ada gunanya membantah dengan model debat kusir, apalagi jika tidak mengantongi data dan fakta yang bisa dipertanggung-jawabkan.

Dan, kalaupun seandainya benar survei itu dilakukan, marilah kita melihat sikap rakyat itu sebagai cerminan dari kondisi ekonomi-politik sekarang. Setelah rejim Soeharto berhasil digulingkan dan kita memasuki sebuah orde yang bernama reformasi, rakyat berharap ada perubahan yang pasti, terutama sekali soal demokrasi dan kesejahteraan sosial.

Akan tetapi, yang datang justru sebaliknya, sebuah orde neoliberal, yang justru membawa sebagian besar rakyat dalam kemiskinan, pengangguran, terpinggirkan dari kehidupan politik, tercampakkan oleh hukum, dan sama sekali tidak didengar suaranya oleh pemerintah.

Era rejim Soeharto tentu sangat buruk, yang penuh dengan terror dan represi terhadap rakyat banyak, ada ketimpangan ekonomi, ketidak-berpihakan hukum, dan juga korupsi, tetapi orde neoliberal sekarang tentu tidak kalah buruknya. Bahkan, yang lebih buruk sekarang ini adalah rakyat merasa tidak memiliki pemimpin.

Tidaklah mengherankan, ketika sebagian besar rakyat berhadapan dengan masa depan yang gelap, maka mereka mencoba untuk berputar arah untuk melihat ke belakang. Ingatlah pesan Soong Ching Ling, istri dari pendiri bangsa Tiongkok Sun Yat-Sen, yang berkata, “rakyat memang sabar, tetapi perut tidak menunggu lama.”

Adalah tugas kita, sebagai kelompok yang merasa paling tahu keadaan dan sudah mengerti hukum sejarah, untuk berjuang sekeras-kerasnya menyakinkan rakyat bahwa masih ada hari depan yang lebih baik.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • imajiner kanov

    LAWAN TERUS!!