Ratusan Ibu-Ibu Miskin Di Makassar geruduk Lapas

MAKASSAR: Berbagai kesulitan hidup yang dialami rakyat miskin akhir-akhir ini, seperti kenaikan harga sembako, kenaikan harga TDL, dan ledakan kompor gas, menginspirasi ratusan ibu-ibu di Makassar untuk membanding kehidupan mereka dengan kehidupan dalam penjara.

Menurut Andi Asni, seorang ibu rumah tangga yang memimpin aksi ini, tekanan ekonomi yang dirasakan oleh rakyat miskin sudah sangat parah, bahkan lebih buruk dari kehidupan orang yang berada di dalam penjara.

Dia mencontohkan, rakyat Indonesia diperhadapkan dengan teror kompor gas, yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah, sementara pemerintah belum bertindak untuk melakukan antisipasi atau penyelamatan.

Selain itu, Andi Asni juga menyoroti soal kenaikan harga sembako, khususnya beras, cabe, bawang, telur, dan lain sebagainya, yang tingkat kenaikannya sudah tidak sanggup lagi terkejar oleh daya beli rakyat.

Dalam aksinya, ratusan ibu-ibu dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) ini mengenakan daster dan membawa kompor gas. Mereka menggelar aksi teatrikal yang menjelaskan kesulitan hidup yang dirasakan rakyat Indonesia.

Untuk itu, dalam pernyataan sikapnya, SRMI menuntut pemerintah segera membatalkan kenaikan harga TDL, menurunkan harga sembako, dan menyelamatkan rakyat miskin dari ledakan kompor gas.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: