Demonstrasi Setahun SBY-Budiono Di Makassar

MAKASSAR: Berbagai organisasi pergerakan rakyat dan gerakan mahasiswa tumpah ruah di jalan-jalan di Makassar menandai demonstrasi besar merespon setahun usia pemerintahan SBY-Budiono, hari ini (20/10).

Sedikitnya 4000-5000 massa turun dalam demonstrasi kali ini. Mereka sebagian besar terkonsentrasi di lima titik aksi, yaitu Fly-over, depan kampus Unhas, depan kampus UMI, Lapangan Karebosi, dan Tugu Adipura.

Di bawah Flyover Makassar, yang terletak di dekat kantor DPRD, sedikitnya 600-an massa Gerakan Untuk Kemerdekaan Nasional (Graknas) sudah berkumpul sejak pagi hari. Massa ini merupakan gabungan dari buruh, mahasiswa, dan kaum miskin perkotaan.

Graknas, yang merupakan gabungan dari IMM, LMND, SRMI, PMKRI, PRD, BEM STIEM Bongaya, FNPBI, dan PMII, menganggap bahwa setahun pemerintahan SBY-Budiono tidak menghasilkan apa-apa.

SBY-Budiono dianggap terlalu patuh menjalankan haluan neoliberal, sehingga menyengsarakan sebagian besar rakyat Indonesia. Karenanya, Germas menuntut agar ada gerakan putar haluan atau banting setir kebijakan ekonomi dan politik.

“Resep neoliberal SBY-Budiono terbukti gagal, maka seharusnya diadakan gerakan putar haluan ekonomi-politik, dari pro-neoliberal dan pro-imperialisme menjadi anti-neoliberal dan pro-kemandirian bangsa,” ujar Ketua KPW PRD Sulsel Babra Kamal saat menyampaikan orasi di hadapan massa.

Beberapa Kericuhan

Demonstrasi mahasiswa di Makassar sempat diwarnai beberapa kericuhan, meskipun tidak berujung bentrokan seperti sehari sebelumnya saat mahasiswa merespon kunjungan SBY di Makassar.

Bentrokan terjadi saat beberapa orang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) berusaha menerobos penjagaan polisi di pintu ruang aspirasi DPRD Sulsel. Polisi mendorong mahasiswa keluar, dan karena mahasiswa tersebut ngotot dan melakukan perlawanan, maka Polisi pun melepaskan tembakan.

Tembakan polisi kontan membuat massa Graknas sempat kocar-kacir, namun berhasil ditenangkan kembali oleh pimpinan massa.

Kericuhan juga terjadi saat Aliansi Reformasi Total yang merupakan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unhas, berusaha menutup sebagian jalan Perintis Kemerdekaan, yang terletak di depan kampusnya.

Aksi ini telah memacetkan jalan Perintis Kemerdekaan, yang sebenarnya menjadi penghubung antara bagian utara kota Makassar dan pusat kota.

Di depan kampus UMI, puluhan mahasiswa membakar ban bekas dan menyandera sebuah mobil box. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut