Presiden Diminta Tidak Mengajukan Satu Nama Untuk Calon Kapolri

JAKARTA: Berbagai pihak mendesak Presiden SBY agar tidak hanya mengajukan satu nama untuk calon pengganti Kepala Kepolisian RI Jend. Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD). Fraksi PDI perjuangan di DPR meminta agar Presiden setidaknya mengajukan dua nama.

Meski begitu, anggota komisi III dari fraksi PDIP, Gayus Lumbuun, menilai, Presiden tidak dapat dipersalahkan jika pada akhirnya hanya mengajukan satu nama, karena hal itu tidak diatur dalam Undang-Undang. “Kami tidak bisa protes ke Presiden karena hal itu tak diatur dalam undang-undang,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR (17/9).

Namum, Gayus menegaskan, jika calon tunggal yang diajukan Presiden tidak memenuhi syarat, maka DPR bisa meminta Presiden untuk mengganti.

Sampai saat ini, baik DPR maupun pihak yang dekat dengan Presiden belum memberi tahu nama yang akan diajukan Presiden.

Sementara sehari sebelumnya, (16/9) Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi sudah memberikan sinyal kepastian, bahwa Presiden hanya akan mengajukan satu nama Kapolri.

Ditanyakan siapa dan kapan nama itu diajukan kepada DPR, Sudi Silalahi mengaku tidak tahu. Dia hanya mengetahui bahwa presiden akan mengajukan satu nama dalam waktu dekat ini.

Dari delapan nama yang sudah diseleksi Komisi Kepolisian Nasional, ada dua nama yang sedang mencuat, yaitu Komjen Nanan Soekarna dan Irjen Pol Imam Sudjarwo. Kedua nama ini disebut-sebut bersaing ketat, sebab keduanya punya kompetensi dan keunggulan.

Sementara itu, harapan masyarakat terhadap Kapolri baru bisa dikatakan cukup besar, terutama terkait masih buruknya kinerja kepolisian, masih dominannya penggunakan represifitas, dan lambannya kepolisian menghadapi aksi kekerasan pihak tertentu.

“Kapolri baru harus melakukan pembenahan internal. Dia harus mengusut isu-isu yang pernah mencuat, seperti kasus rekening gendut, pelanggaran disiplin, kekerasan di berbagai tempat, dan kasus kriminalisasi terhadap KPK,” ujar seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, di Pasar Minggu, Jaksel, kepada Berdikari Online. (17/9). (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut