Menyelamatkan Pachamama: Agenda Tertinggi Evo Morales

“Anda akan selalu melihat saya, presiden dengan gerakan sosial dan setiap orang yang berjuang untuk menyelamatkan ibu bumi,” kata Presiden Evo Morales kepada media Kuba di Bolivia.

Evo Morales adalah presiden pribumi pertama di Amerika latin, mendapat penghormatan dari PBB pada tahun 2009 sebagai pahlawan dunia penyelamat ibu bumi, dan menyatakan bahwa perjuangannya merupakan penghargaan untuk masyarakat adat yang hidup selama ribuan tahun secara harmonis dengan alam.

Morales mengatakan bahwa hal paling mendesak adalah kembali pada prinsip dasar kemanusiaan, mengabaikan stempel kapitalisme dalam sejarah, dan semangatnya untuk menghasilkan kekayaan dengan mengorbankan sumber daya alam di planet ini.

Dalam pandangannya, kapitalisme merupakan musuh paling buruk dari ibu bumi—pachamama, dan karena itu, kemanusiaan.

Dia mengakui, bahwa Negara-negara utara telah memblokir proyek pro-lingkungan dalam KTT perubahan iklim akan diadakan di Cancun, Meksiko dari 29 November – 10 Desember.

Namun, ia menjanjikan untuk berusaha mematuhi hasil konferensi dunia rakyat untuk perubahan iklim dan hak-hak ibu bumi, yang berlangsung di Cochabamba pada bulan april tahun ini.

Dalam pertemuan itu, yang diorganisir oleh Evo Morales untuk menanggapi kegagalan konferensi iklim di Kopenhagen, menarik partisipasi sedikitnya 35.352 orang dari 140 negara dan delegasi pemerintahan.

Para peserta mendesak Negara-negara ekonomi maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50%, menggunakan level dasar tahun 1990, dan mengambil kontribusi yang lebih besar untuk melawan dampak perubahan iklim.

Sebuah gerakan sosial dan kerakyatan yang lebih besar sedang bersiap untuk pertemuan Cancun, mempertanyakan kapitalisme dan kerusakan yang ditimbulkannya pada ibu bumi, kata Presiden Evo Morales.

“Rakyat seluruh dunia membawa satu panji perjuangan; “satu untuk menyelamatkan kehidupan, dan kemanusiaan,” kata Evo Morales menekankan persoalan ini.

Cancun tidak bukan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan kehidupan, tetapi yang berikutnya mungkin sudah terlambat, kata Evo Morales, sambil menyatakan keprihatinan untuk mencegah perpecahan dalam kelompok 77 plus Tiongkok.

Sebelumnya, Morales menyatakan bahwa hasil positif pada pertemuan puncak yang disponsori PBB hanya bisa dipastikan dengan partisipasi masyarakat dunia, dan dengan kesatuan yang paling teguh dari negara-negara yang membentuk blok.

Sesuai dengan kesetiaannya untuk menghargai “kecintaan pada pachamama”, Presiden Evo Morales mempertahankan ide untuk mempromosikan hak referendum untuk hidup, jikalau pertemuan iklim PBB menemui kegagalan.

Sejak dilantik sebagai Presiden pada tahun 2006, Morales telah mengabdikan usaha yang besar untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya berjuang untuk ibu bumi sebagai satu-satunya jalan untuk keselamatan, dan telah mendorong penerapan resolusi ini di PBB.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Ya. Saya yakin, kapitalisme akan menamatkan riwayat peradaban manusia bahkan membinasakan Ibu Bumi. Sosialisme, yakni demokratisasi terhadap politik, ekonomi, dan pengelolaan yg berkesinambungan thd alam, adalah alternatif beradab satu-satunya bagi kapitalisme. Hormat saya kepada Evo Morales. Sementara presiden negeri kita sendiri tidak punya sesuatu yang patut dibanggakan, saya taruh rasa hormat saya kepada Morales, di samping kepada eks presiden Fidel Castro (yg kini menjadi begawan dgn refleksi2-nya yang bernas) dan Presiden Hugo Chavez. Di penghujung jalan kapitalisme yang kian tua (dan reaksioner), pilihannya hanya Sosialisme atau Barbarisme!