PRD Sumsel: Kabut Asap Terkait Dengan Keserakahan Imperialisme

Sudah hampir dua minggu kabut asap menyelemuti sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Selatan, seperti Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan lain-lain.

Sekretaris Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Sumatera Selatan, Fuad Kurniawan, menganggap bencana kabut asap tersebut sangat terkait dengan ekspansi modal asing di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

“Tahun 2013 lalu, dana investasi asing yang masuk ke Sumsel mencapai 7,6 Triliun yang meliputi investasi di bidang perkebunan, SDA, pertanian,” ungkapnya.

Fuad menjelaskan, ekspansi kapital asing itu berdampak pada eksploitasi terhadap alam tanpa kendali. Di sektor perkebunan, kata dia, ekspansi kapital asing menyebabkan meningkatnya deforestasi atau penggudulan hutan karena kepentingan bisnis.

Fuad juga mengungkapkan, luasan perkebunan sawit, karet dan HTI di wilayah Sumatera Selatan sudah mencapai sekitar 2,3 juta hektar. Perusahaan perkebunan tersebut menyebar dari wilayah pegunungan hingga lahan rawa gambut. Jumlahnya mencapai 283 perusahaan di Sumatera Selatan.

Menurut Fuad, banyak perusahaan yang mengambil jalan pintas dengan membakar hutan dan lahan gambut untuk membuka lahan perkebunan. “Mereka ini kan dituntun oleh logika bisnis. Untuk meminimalisir biaya pembukaan lahan, mereka membakar hutan atau lahan gambut,” terangnya.

Bagi Fuad, kabut asap yang menganggu aktivitas dan kesehatan warga Sumatera Selatan hanya melengkapi penderitaan rakyat akibat ekspansi kapital asing di wilayah ini.

“Selama ini ekspansi kapital asing juga memicu perampasan lahan dan penyingkiran massa rakyat dari sumber-sumber kehidupannya,” kata dia.

Fuad menegaskan, penyelesaian persoalan kabut asap tidak akan mungkin tanpa meninjau kembali model pengelolaan ekonomi dan eksploitasi terhadap kekayaan alam.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • faizal

    Dari awal to kesalahan pemerintah.. mengapa HGUnya di terima….