PRD Sulteng Launching Sikap Politik terkait Pilpres 2014

Palu.jpg

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Sulawesi Tengah menggelar acara launching dan diskusi sikap politik PRD terhadap Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2014.

Acara bertema “Bersatu Memenangkan Program Kemandirian Nasional Untuk Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945” itu berlangsung di Palu, Minggu (8/6/2014). Selain pemaparan dari Ketua KPW-PRD Sulteng, Adi Prianto, acara ini juga menghadirkan tiga orang penanggap: Alimudin Pa’da (Koordinator Koalisi Pemenangan Prabowo Hatta), Mohamad Maskur (Perwakilan Koalisi Jokowi – JK), Dr H.Irwan Waris,M.Si (Direktur Pusat Studi Pemilu dan Parpol Fisip Universitas Tadulako).

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai organisasi sosial, organisasi mahasiswa, partai politik, pers, LSM, dan partai koalisi pendukung Capres-Cawapres.

Dalam pemaparannya, Adi Prianto menyatakan bahwa, dalam Pemilu Presiden kali ini, kedua pasangan Capres-Cawapres mengusung cita-cita Proklamasi dan kemandirian nasional, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di lapangan ekonomi, dan berkepribadian secara budaya.

Menurutnya, isu mengenai Kemandirian Nasional sudah mulai diterima dikalangan masyarakat. “Ini dilihat dari kemenangan Partai Nasionalis dalam Pileg lalu yang banyak mengusung mengenai program-program kemandirian,” terangnya.

Dengan kemenangan kaum Nasionalis, kata dia, kedua pasangan Capres-cawapres nasionalis harus bersatu-padu untuk saling menguatkan dan bersama-sama memajukan isu kemandirian nasional yang mereka usung.

Untuk itu, Adi Priyanto menyatakan bahwa di Pilpres ini PRD menekankan agar kedua pasangan Capres-Cawapres nasionalis harus membawa dan mengutamakan isu kedaulatan bangsa dan penentangan terhadap sistim neoliberalisme.

Hal senada juga dikatakan Alimudin Pa’da, yang merupakan Koordinator Koalisi Pemenangan Prabowo Hatta, bahwa dalam Pemilihan Capres-Cawapres ini harusnya dikedepankan perdebatan mengenai program politik yang sesuai dengan cita-cita proklamasi 1945. Alimudin mengatakan bahwa perdebatan soal personal masing-masing Capres-Cawapres bukanlah sesuatu yang utama untuk dikampanyekan.

Menurutnya, setiap kandidat mempunyai rekam jejak masa lalu yang baik dan buruk. “Jadi, siapapun yang akan menang di tanggal 9 juli 2014 nanti adalah putra terbaik bangsa,” ujarnya.

Mohamad Maskur, yang mewakili Koalisi Jokowi– JK, juga menyampaikan bahwa kedua Capres-Cawapres yang bertarung ini memiliki program-program yang cenderung mirip. “Program kedua pasang capres tersebut memang punya kemiripan,” ujarnya.

Maskur melanjutkan, bahwa di tengah alam politik liberal sekarang ini yang membawa pikiran rakyat cenderung pragmatis, rakyat harus mendorong program-program nasionalisme dan kerakyatan.

“Dalam Pilpres ini menjadi tugas gerakan ekstra parlemen untuk mengawal dan mengontrol capres-cawapres yang maju. Jika nantinya ada penyimpangan program dari presiden dan wakil presiden yang terpilih, maka rakyat siap untuk memperjuangkannya,” Tambahnya.

Isu kedaulatan Bangsa juga disampaikan oleh Irwan Waris, yang merupakan perwakilan dari akademisi. Dia mengatakan bahwa dalam pilpres ini Isu kedaulatan bangsa harus kembali digemakan, terutama konsep Trisakti Sukarno. Hal ini juga seiring dengan apa yang diperjuangkan oleh gerakan reformasi pada saat itu.

Kaimudin

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut