SMU Soroti Janji Pengembalian Dana KIP Kuliah Di UNIBA Yang Belum Terealisasi

Serang, Berdikari Online – Hampir setahun setelah isu dugaan pungutan terhadap mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mencuat di Universitas Bina Bangsa (UNIBA), persoalan ini kembali menjadi sorotan. Solidaritas Mahasiswa UNIBA (SMU) menilai janji pengembalian dana kepada mahasiswa yang sebelumnya pernah disampaikan oleh pihak kampus hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

Isu ini sebelumnya menjadi salah satu tuntutan dalam aksi mahasiswa di depan Gedung Rektorat UNIBA pada Mei 2025. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti dugaan pungutan terhadap penerima KIP Kuliah dan meminta penyelesaian yang transparan dari pihak kampus.

Koordinator Umum SMU, Esa Fajriansyah, mengatakan mahasiswa hanya ingin mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan agar direalisasikan secara jelas.

“Mahasiswa tentu menghargai setiap proses yang telah berjalan. Namun ketika sebelumnya telah disampaikan adanya komitmen untuk mengembalikan dana kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah, maka wajar jika mahasiswa hari ini mempertanyakan sejauh mana realisasi dari komitmen tersebut,” ujarnya.

Esa menegaskan, dana KIP Kuliah adalah bantuan dari pemerintah yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya pendidikan. Pengelolaan dana ini, menurutnya, harus transparan dan akuntabel.

“Jika sebelumnya pernah ada komitmen terkait pengembalian dana kepada mahasiswa, maka tentu mahasiswa berharap komitmen tersebut dapat direalisasikan atau setidaknya dijelaskan secara terbuka,” kata Esa.

Ia menambahkan, tujuan SMU bukan membuka konflik baru, melainkan mendorong penyelesaian tuntas agar persoalan ini tidak terus menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa penerima KIP Kuliah.

“Mahasiswa tidak sedang mencari polemik baru. Kami hanya berharap ada kejelasan dan penyelesaian yang tuntas agar persoalan ini tidak terus menimbulkan kegelisahan,” tutupnya.

(Amir)

[post-views]