PRD: Amandemen UUD 1945 Melikuidasi Cita-Cita Proklamasi

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Priyono menganggap amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah melikuidasi cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yakni masyarakat adil dan makmur.

“Amandemen UUD 1945, yang sudah berlangsung empat kali, telah membentangkan karpet merah bagi proyek neokolonialisme,” kata Agus Priyono saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Pancasila dan UUD 1945 Sebagai Dasar Persatuan Nasional Untuk Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa” di ruang Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta (25/6/2012).

Menurut Agus Priyono, PRD sebetulnya tidaklah anti amandemen, asalkan tidak menghilangkan prinsip-prinsip dasar UUD 1945, yakni anti-kolonialisme, anti-imperialisme, dan masyarakat adil dan makmur.

“Amandemen UUD 1945 justru mengobrak-abrik prinsip-prinsip anti-kolonialisme dan anti-imperialismenya,” tegas Agus Jabo.

Akibatnya, kata dia, bangsa Indonesia kehilangan filosofi dan haluan politiknya untuk mencapai cita-cita nasionalnya. “Kita sekarang menjadi bangsa yang terombang-ambing di tengah gelombang neokolonialisme,” ujarnya.

Oleh karena itu, PRD mengajak berbagai kekuatan politik dan massa rakyat terorganisir untuk memperjuangkan kembali kemerdekaan nasional sesuai cita-cita proklamasi kemerdekaan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut