Polisi Bubarkan Aksi Protes Kenaikan Harga BBM Di Jogjakarta

JOGJAKARTA (BO): Polisi menggunakan kekerasan saat membubarkan aksi massa ratusan mahasiswa di Jogjakarta, Senin (19/3/2012). Sedikitnya 9 orang mahasiswa ditangkap saat kejadian tersebut.

Selain itu, tindakan brutal kepolisian itu juga menyebabkan seorang mahasiswa mengalami patah tulang dan beberapa mahasiswa lainnya menderita luka bocor di bagian kepala.

Bentrokan berlangsung sangat sengit selama 3 jam. Polisi menggunakan water canon untuk membubarkan perlawanan mahasiswa. Sedangkan mahasiswa hanya menggunakan lemparan batu untuk menghalangi laju aparat kepolisian.

Akhirnya, mahasiswa pun terdesak ke dalam kampus UIN Sunan Kalijaga. Polisi mengejar mahasiswa hingga di dalam kampus. Beberapa yang tertangkap sempat dipukuli beramai-ramai. Polisi juga menangkapi mahasiswa hingga ruangan-ruangan kampus.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Jogjakarta menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM. Mereka tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM). Aliansi itu merupakan gabungan dari PMKRI, PRD, LMND, Forum BEM DIY, PMII, SEBUMI, Pembebasan, Repdem, LM Nasdem, TIDAR, Tritura, Mahapala, Ekspresi, dan lain-lain.

Dalam aksinya, massa aksi mengusung ogoh-ogoh menyerupai babi dan bertuliskan “SiBabiYono”. Selain itu, massa aksi juga membawa sejumlah poster bertuliskan “BBM Naik, SBY Turun”.

Mahasiswa menggelar aksinya di Jalan Solo, di depan Kampus UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa sempat memblokir jalan tersebut selama dua jam. Mereka membakar ban bekas dan menggelar orasi-orasi secara bergantian.

Mahasiswa kemudian ingin membakar foto Presiden SBY. Tetapi Polisi berusaha menggagalkan keinginan tersebut. Kericuhan pun terjadi. Saat itu, mahasiswa juga membakar ogoh-ogoh yang dijuluki “SiBabiYono” itu.

Polisi menggunakan water canon untuk membubarkan massa aksi. Bentrokan berlangsung hingga 3 jam. Akhirnya, mahasiswa terdesak dan mundur ke kampus UIN Sunan Kalijaga.

Koordinator aksi, Budiman HK, menyesalkan tindakan brutal aparat kepolisian saat menangani aksi massa tersebut. “Rejim SBY-Budiono, termasuk aparatusnya, makin paranoid dengan gerakan rakyat,” katanya.

Ia menegaskan, represi tersebut tidak akan menyurutkan perlawanan mahasiswa dan rakyat terhadap kenaikan harga BBM. “Kami akan terus melawan semua agenda neoliberal rejim SBY-Budiono,” tegasnya.

Berikut nama-nama mahasiswa yang ditangkap: Yayan (Repdem), Anto (Repdem), Rico (Repdem), Ridho (Repdem), Nursiam (PMII), Abdul Muis(PMII), Rofi’udin (PMII), Had Adab (PMII), dan Saiful Anwar (PMII).

EDI SUSILO | ISNAWATI PUJAKESUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut