Aksi Dorong Mobil Warnai Protes Kenaikan Harga BBM Di Madiun

MADIUN (BO): Mendorong mobil pick up sejauh 5 kilometer bukanlah perkara gampang. Di Madiun, Jawa Timur, aksi dorong mobil menjadi cara puluhan aktivis Front Merah Putih untuk menunjukkan sikap menolak kenaikan harga BBM.

“Ini bagian dari aksi simbolik kita untuk menunjukkan betapa kenaikan harga BBM sangat membebani hidup rakyat,” kata koordinator aksi, Ferman Noel Telussa, di Madiun, Senin (19/3/2012).

Aksi dorong mobil itu dimulai dari alun-alun kota Madiun hingga sasaran terakhir aksi massa di Balaikota Madiun. Massa aksi Front Merah Putih merupakan gabungan dari PRD, SRMI, LSM Walidasa, LSM Global Mitra, dan Repdem.

Dalam aksinya, massa aksi Front Merah Putih membagi-bagikan selebaran mengenai kebohongan pemerintah terkait alasan kenaikan harga BBM.

“Pemerintah beralasan kenaikan harga BBM karena defisit APBN. Kami memberitahu kepada rakyat bahwa kenaikan harga BBM adalah karena pemerintah ingin meliberalkan sektor migas Indonesia. Tentunya dengan bahasa sederhana,” kata Fermans.

Front Merah Putih membawa tiga tuntutan pokok: menolak kenaikan harga BBM, pencabutan UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas, dan tata-kelola migas sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945.

Massa aksi sempat menggelar orasi-orasi di perempatan Tugu Pasar Besar kota Madiun. Setelah itu, massa aksi bergegas menuju kantor DPRD untuk menyampaikan tunutan.

Massa aksi Front Merah Putih mengajak semua anggota DPRD menandatangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Namun hanya dua anggota DPRD yang memenuhi keinginan massa aksi itu.

Massa aksi kemudian melanjutkan aksinya di kantor Walikota Madiun.

MARSISWO DIRGANTORO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut