Ribuan Petani Masih Duduki Kantor Gubernur Jambi

Sampai Senin (19/3/2012) malam , ribuan petani masih bertahan di depan kantor Gubernur Jambi. Mereka mengaku akan terus bertahan sampai pemerintah daerah memenuhi tuntutan para petani.

“Penderitaan petani akibat berlarut-larutnya konflik agraria ini sudah cukup berat. Karenanya, kami akan terus bertahan di sini sampai ada penyelesaian terhadap tuntutan kita,” kata koordinator aksi, Mawardi, yang juga ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi.

Massa aksi membangun tenda berjejer di sepanjang jalan depan kantor Gubernur. Poster dan spanduk berisi tuntutan kaum tani dipasang di bagian depan tenda. Mereka hanya menggelar tikar berupa terpal dan kertas koran sebagai alas tidur.

Sampai hari kelima aksi pendudukan, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus belum juga menemui para petani yang notabene rakyatnya. Padahal, para petani sangat berharap bertemu langsung dengan Gubernur untuk penyelesaian persoalan mereka.

Siang hari tadi, sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan petani ini sempat menggelar aksi massa di Markas Polda Jambi. Mereka mendesak pihak kepolisian segera menghentikan berbagai bentuk kriminalisasi terhadap petani.

“Petani cuma mempertahankan hak-haknya. Jangan disamakan dengan penjahat,” kata seorang petani saat menyampaikan orasinya.

Setelah berorasi secara bergantian, perwakilan massa aksi diterima berdialog dengan pihak Polda. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kepolisian mengaku berpegang pada kesepakatan antara pihak kepolisian dan BPN.

Terkait mobil pengangkut hasil bumi petani yang ditangkap, Polisi berjanji akan mengeluarkan jikalau ada surat pinjam-pakai antara petani dengan Kapolda.

Usai menggelar aksi di Mapolda Jambi, ribuan petani kembali ke tempat aksi pendudukan di kantor Gubernur.

Untuk diketahui, sejumlah petani Suku Anak Dalam (SAD) 113 ditangkap Polisi terkait konflik lahan dengan PT. Asiatic Persada. Dalam kasus lain, lima orang petani beserta 8 truk juga ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka ditangkap atas laporan PT. Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).

Aksi massa petani ini merupakan gabungan dari petani i dari Dusun Mekar Jaya (Sorolangun), Kunangan Jaya II (Batanghari), dan Suku Anak Dalam 113 Jambi. Mereka bergerak dibawah payung Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Serikat Tani Nasional (STN). Aksi ini juga mendapat dukungan dari Liga Mahasiswa Kerakyatan (Lingkar).

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut