Petani Tanjung Medang Laporkan Polisi Ke Komnas HAM

Puluhan petani Tanjung Medang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, melaporkan dugaan pelanggaran HAM terkait penahanan dua orang petani oleh Polda Sumsel sejak 17 desember lalu.

Kedua petani tersebut, yaitu Junaidi dan Kosim, dituduh oleh pihak kepolisian melakukan pengrusakan barang milik orang lain. Akan tetapi, pada kenyataannya, keduanya sedang berjuang mempertahankan tanah ulayak yang hendak dirampas oleh pengusaha.

Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel, Eka Subakti, sekaligus koordinator Front Pemerintahan Rakyat Miskin (FPRM) Sumsel, menegaskan bahwa penahanan tersebut tidak dapat dibenarkan karena para korban hanya mempertahankan apa yang menjadi hak-haknya.

Seharusnya, tambah Eka Subakti, pihak kepolisian menangkap pihak kepala desa, camat, BPN Muara Enim, dan pihak pengusaha yang berusaha merampas tanah ulayak milik masyarakat.

Pelaporan ini bertepatan dengan kunjungan Komnas ke Sumsel untuk melakukan sosialisasi HAM di lingkungan pegawai pemerintahan Sumsel. Pihak gubernur Sumsel Alex Noerdin pun memfasilitasi pertemuan antara warga dan Komnas HAM.

Pelaporan para petani ini langsung diterima oleh bidang pengaduan Komnas HAM, Sastramanjani Kubitra, dan dijanjikan untuk segera ditindak lanjuti.

Eka Subakti mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi terhadap kasus ini dan menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM, seperti tidak adanya surat pemanggilan pemeriksaan oleh polisi dan perlakuan represif terhadap petani.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut