Petani Tanjung Medang Kembali Datangi Pemkab Muara Enim

Dengan membawa panji-panji perjuangan, ratusan petani Tanjung Medang kembali menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Mereka mempertanyakan kinerja Tim Investigasi soal penyelesaian konflik tanah ulayat yang belum jelas hingga saat ini. “Kita sudah lelah menagih komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini. Kesabaran ada batasnya,” ujar demonstran saat menggelar orasinya.

Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel Eka Surbakti menegaskan bahwa ketidakjelasan soal tim investigasi semakin menunjukkan watak pemerintahan di Kabupaten Muara Enim, yaitu “tidak berpihak kepada rakyat, tetapi memihak kepada kepentingan pemilik modal.”

Eka Subakti juga menggaris bawahi, bahwa praktek semacam ini menjadi karakter umum pemerintahan nasional di Indonesia, yaitu SBY-Budiono, yang lebih mengabdi kepada kepentinga imperialisme ketimbang rakyat.

“Mereka tidak akan membela hak petani atas tanah, tetapi malah mendukung kepentingan pengusaha untuk menguasai tanah milik rakyat,” tegasnya dengan lantang saat menyampaikan orasi.

Massa yang menyebut diri sebagai Front Pemerintahan Rakyat Miskin (FPRM) ini mendesak agar Bupati Muara Enim, Muzakir Saisohar, segera menyelesaikan persoalan hak ulayat rakyat Tanjung Medang.

Terkait dengan aksi ratusan petani ini, Asisten I Bupati Muara Enim, Bulgani Hasan, menyatakan akan menyampaikan tuntutan itu kepada tim investigasi dan mempersiapkan jadwal untuk melakukan kunjungan ke lokasi.

Aksi ini sempat berjalan ricuh, akibat kemarahan para petani terhadap ketidakjelasan kinerja tim investigasi. Beruntung, kericuhan itu bisa dicegah sehingga tidak menjadi bentrokan yang lebih luas.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut