AJI Jakarta Minta Dipo Alam Pelajari UU Pers

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang mengancam akan memboikot media yang selalu mengkritik pemerintahan. AJI Jakarta menilai sikap Dipo Alam ini bertentangan dengan semangat kebebasan pers.

Ketua AJI Jakarta, Wahyu Dhyatmika mengatakan pernyataan Dipo mencerminkan bahwa dia kurang paham atas semangat kebebasan pers dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Jika pemerintah merasa dirugikan oleh pemberitaan media, seharusnya pemerintah menggunakan hak jawab dan mekanisme lain sesuai UU Pers. Untuk keberatan atas pemberitaan di stasiun televisi, ada mekanisme penyelesaian keberatan lewat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI),” tandas Wahyu dalam rilis yang diterima redaksi Berdikarionline di Jakarta, siang tadi.

Sekadar mengingatkan, dalam pernyataannya kepada para wartawan di Istana Kepresidenan Bogor , Jawa Barat, Senin (21 Februari 2011), Dipo Alam mengancam tidak akan memberikan iklan dari lembaga pemerintah kepada media yang selalu menjelek-jelekkan pemerintah. Dia juga mengaku akan melarang pejabat-pejabat publik hadir memenuhi undangan wawancara dari media-media tersebut.

Di sisi lain, sebagai organisasi profesi, AJI Jakarta juga mengingatkan agar media-media di Indonesia senantiasa menjunjung tinggi kepentingan publik dalam setiap pemberitaan. Ini sesuai dengan semangat yang tercantum dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik yang menegasan bahwa setiap wartawan Indonesia harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut