Gerakan Revolusi Di Tubuh PSSI

Suporter sepak bola dari berbagai daerah sudah berkumpul di depan kantor PSSI. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda, tetapi para suporter ini dipersatukan oleh satu tuntutan yang sama, yaitu revolusi di tubuh PSSI.

Jumlah mereka mencapai ribuan. Polisi yang berjaga-jaga pun mencapai ratusan di sekitar lokasi. Dari pantauan Berdikari Online, suporter ini terutama berasal dari Bojonegoro, Semarang, Medan, Mojokerto, dan Magelang.

Salah seorang koordinator suporter, Wawan dari Brojomusti, menjelaskan kepada wartawan bahwa aksi mereka bertujuan untuk melakukan revolusi di tubuh PSSI, yakni dengan menurunkan Nurdin Halid dan pergantian kroni-kroni Nurdin di PSSI.

Seruan “Nurdin Halid Turun” bergema berulang-kali di kantor PSSI. Orator dari berbagai suporter klub sepak bola menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka berkali-kali meneriakkan “revolusi di tubuh PSSI”.

Segel Kantor PSSI

Karena aksi ini tidak mendapat respon dari pengurus PSSI, massa pun akhirnya menyegel kantor PSSI.

“Karena tidak ada pengurusnya dan tidak ada aktifitas, jadi kita segel saja. Supaya tidak usah ada lagi aktifitas di PSSI karena pengurusnya tidak becus,” ujar seorang suporter asal Bojonegoro, Prijanto Jasmo.

Selain menyegel kentor PSSI dengan gembok, massa juga menempelkan poster bertuliskan: “Gedung Rezim Mafiabola-Judi-KoruPSSI disegel oleh Masyarakat Sepakbola Indonesia. Revolusi Merah Putih.”

Sebuah spanduk berukuran besar bertuliskan “PSSI sarang korupsi” juga bertengger di kantor PSSI. Keranda mayat bertuliskan demokrasi juga hadir dan digotong oleh massa.

Tidak cukup dengan itu saja, ribuan suporter ini juga memasang spanduk berukuran raksasa bertuliskan “Revolusi PSSI Harga Mati”. Spanduk raksasa itu mengukuri akses masuk kantor PSSI.

Posko untuk Revolusi PSSI

Perjuangan untuk menjalankan revolusi di tubuh PSSI tidak main-main. Mengingat bahwa perjuangan ini bukanlah pekerjaan sehari dua hari, para suporter pun membangun posko revolusi PSSI di depan kantor PSSI.

Sebagai pusat revolusi PSSI, posko ini akan dipertahankan untuk beberapa lama, hingga Nurdin Halid terguling dari kekuasannya. “Kami tidak akan bermain-main dengan revolusi ini. Kita tidak akan berhenti sampai Nurdin Halid terguling dari jabatannya,” ujar Sutrisno, salah seorang suporter dari Semarang.

Sampai berita ini diturunkan, ribuan massa suporter masih bertahan di depan kantor PSSI, meskipun jumlahnya tidak sebanyak tadi siang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut