Peringati Harkitnas, Mahasiswa Lampung Kritik Jokowi-JK

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-107 di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, dimanfaatkan oleh gerakan mahasiswa untuk menyuarakan kritiknya terhadap pemerintahan nasional saat ini.

Rabu (20/5/2015) siang, puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi pergerakan mahasiswa, seperti Liga Mahasiwa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Mahasiswa Tanggamus (IMAMTA), menggelar aksi massa memperingati Harkitnas dengan berjalan kaki dari Tugu Juang ‘45’ menuju Bundaran Gajah Bandar Lampung.

“Kondisi perekonomian yang tidak stabil, dipermainkannya sistem hukum, dan berbagai kebijakan tidak pro-rakyat lainnya menunjukkan bahwa negara ini telah salah urus, untuk itu mesti segara disudahi,” kata Andika Ferdiyansyah, aktivis KAMMI Lampung.

Menurut Andika, dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik tersebut, memberikan sinyal kuat bahwa evaluasi besar-besaran mesti dilakukan. Tetapi evaluasi tersebut bukan hanya soal memperbaiki, tapi ia memperbaharui.

“Pemerintahan Jokowi-JK tidak becus menjalankan amanat Rakyat. Kami menuntut dilakukannya perbaikan dan pembenahan sistemik,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua LMND kota Bandar Lampung, Ricky Satriawan. Menurut dia, penyelenggara negara saat ini makin menjauh dari semangat kebangkitan nasional.

“Banyak sekali persoalan yang dihadapi bangsa ini mulai dari pendidikan mahal, kesehatan mahal, harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik, upah buruh murah dan banyak lagi persoalan lain yang semakin mempertinggi angka kemiskinan,” ujarya.

Menurut dia, pemerintah seharusnya kembali kepada spirit Harkitnas untuk membenahi berbagai persoalan kebangsaan yang terjadi sekarang ini.

“Semangat kebangkitan nasional adalah semangat untuk menjadi bangsa yang mandiri, pemerintah Jokowi-JK harus segera mewujudkan itu, kemandirian bangsa tanpa adanya intervensi asing baik itu dalam politik, ekonomi, dan budaya. Jika tidak, mustahil persoalan persoalan bangsa ini dapat terselesaikan,” paparnya.

Aksi massa ini kemudian ditutup dengan aksi teatrikal, yang menggambarkan semangat pemuda pergerakan kemerdekaan dalam mengusir tentara penjajah Belanda dan  mengibarkan bendera sang saka merah putih di tanah air tercinta.

Devin Areyansh

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut