Peringati Hari Buruh, Rakyat Jogjakarta Gelar Aksi Damai

Peringatan Hari Buruh Sedunia di Jogjakarta diwarnai dengan aksi damai oleh ratusan buruh dan mahasiswa. Mereka menggelar aksinya di depan Gedung Agung, Malioboro, pada Jumat siang (1/5/2015).

Aksi ini melibatkan sedikitnya 50-an serikat buruh, organisasi rakyat, pembantu rumah tangga (PRT), tukang becak, LSM, dan organisasi pergerakan mahasiswa. Mereka bernaung di bawah payung aliansi bernama Gerakan Rakyat Merayakan Hari Buruh Sedunia.

Dalam aksinya, Gerakan Rakyat Merayakan Hari Buruh Sedunia menggelar semacam mimbar umum di depan Gedung Agung Jogjakarta. Perwakilan berbagai organisasi menyampaikan orasi politiknya di atas sebuah mobil komando.

Berbagai persoalan yang melilit kehidupan kaum buruh saat ini, seperti praktek upah murah, sistem kerja kontrak, outsourcing, dan kekerasan terhadap TKI di luar negeri, menjadi sorotan para orator saat menyampaikan orasi politiknya.

Mereka juga menyuarakan penolakan rencana pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo, menolak eksekusi mati buruh migran Philipina Mary Jane Veloso, dan perampasan lahan rakyat di Rembang, Jawa Tengah.

Selain menggelar mimbar umum, aliansi ini juga melakukan Sholat Jumat berjamaah di jalan raya. Mereka juga menggelar tari-tarian dan teatrikal yang menggambarkan kehidupan kaum buruh.

Gerakan Rakyat Merayakan Hari Buruh Sedunia terdiri dari: Serikat PRT Tunas Mulia, serikat PRT KOY, Paguyuban Sayuk Rukun Buruh Gendong DIY, Kelompok Pekerja Rumahan DIY, AJI YOGYA, AKSARA, Forum LSM DIY, ICM, LBH Yogya, LSM Kembang, Mitra Wacana, PSB, PKBI, Perempuan Mahardika, RTND, Rifka Annisa, SP Kinasih, Samin, SAPDA, YASANTI, KPO PRP, PPI, FPBI, BEM KM UGM, PBHI YK, SBII, SEKBER, SPTI, SMI, FMPR, BETOR, KBM UJB, AIMI, GARUDA SELATAN, BEM IST AKPRIND, PPR, HMI MPO, LMND, KASBI, DEMA YUSTICIA UGM, PLUSH, CAKRAWALA, dan PEMBEBASAN.

Medi Muamar

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut