SRMI Tolak Liberalisasi Kelistrikan

Rencana pemerintah mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA mendapat penolakan dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Sekretaris SRMI DKI Jakarta Herry Soenandar menilai kebijakan tersebut hanyalah skenario untuk mendorong harga tarif dasar listrik (TDL) sesuai mekanisme pasar.

“Kalau subsisid untuk 450 VA dan 900 VA dicabut, maka mereka akan beralih ke 1300 VA. Masalahnya, harga yang berlaku pada pelanggan 1300 VA ini adalah mekanisme pasar,” kata Herry kepada berdikarionline.com, di Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Herry mengungkapkan, penentuan harga pada pelanggan 1300 VA disesuaikan dengan nilai tukar dollar AS terhadap Rupiah, harga minyak dunia, dan inflasi bulanan. Akibatnya, harga TDL bisa naik turun mengikuti gejolak pasar.

Lebih lanjut, kata Herry, dari 48 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA, hanya 24,7 pelanggan yang dianggap miskin dan berhak mendapat subsidi menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Artinya, ada sekitar 23 juta rumah tangga yang akan dicabut subsidi listriknya. Karena subsidi dicabut, maka tarif listrik akan naik 250 persen. Ini akan menambah jumlah kemiskinan,” ungkap Herry.

Selain itu, kata Herry, kebijakan ini akan berdampak pada usaha kecil dan rumah tangga yang masih bergantung pada listrik golongan 450 VA dan 900 VA.

Herry sendiri menilai, pencabutan subsidi listrik bertahap ini hanyalah prakodisi menuju liberalisasi kelistrikan. Kata dia, kalau harga listrik sudah sesuai harga pasar, maka pemain asing akan mulai masuk dalam bisnis listrik di Indonesia.

“Pintunya sudah dibuka oleh UU nomor 30 tahun 2009 tentang kelistrikan, melalui skema yang disebut vertical unbundling, yang memungkinkan swasta dalam bisnis pembangkit, transmisi, dan distribusi,” jelasnya.

Menurut dia, liberalisasi kelistrikan hanya akan menguntungkan pebisnis sektor listrik, tetapi mengorbankan kepentingan nasional dan hajat hidup rakyat banyak.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut