Peringati Hardiknas, Mahasiswa Sulsel Tuntut Pendidikan Gratis

Hardiknas

Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) seharusnya bisa menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyatnya. Sayang, kekayaan SDA itu tidak diabdikan untuk kepentingan nasional. Salah satunya untuk pendidikan.

Hal tersebut menjadi tema utama aksi yang diusung oleh seratusan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2015).

Para mahasiswa yang tergabung dalam Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) ini juga mengeritik penyelenggaraan pendidikan nasional yang makin mengabdi kepada pasar.

“Pendidikan hari ini makin pro-pasar. Akibatnya, pendidikan diperlakukan tak ubahnya barang dagangan. Siapa yang punya uang, dia yang berhak mendapat pendidikan,” ujar Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulsel, Ahmad Kaimuddin, dalam orasinya.

Bagi Ahmad, model pendidikan yang pro-pasar itu tidak akan mampu mewujudkan cita-cita nasional di bidang pendidikan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab, pendidikan hanya dinikmati oleh mereka yang berduit.

Ia mengingatkan, jika mengacu pada konstitusi, yakni UUD 1945, penyelenggaraan pendidikan nasional harus bisa diakses oleh seluruh rakyat tanpa kecuali dan tanpa diskriminasi.

“Seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang status sosial, suku, agama, jenis kelamin, bahkan usia, berhak menikmati pendidikan yang berkualitas dan membebaskan,” tegas Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad juga menyinggung soal orientasi pendidikan hari ini yang hanya mencetak tenaga kerja murah bagi industri kapitalis. Menurutnya, pendidikan seharusnya bertujuan untuk mencerdaskan rakyat agar bisa membangun dirinya dan bangsanya.

Terkait hal itu, dalam tuntutannya, Ampera menuntut nasionalisasi perusahaan asing untuk mendanai pendidikan gratis. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk konsisten menjalankan Trisakti.

Ampera merupakan gabungan dari LMND, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI),  Jaker, HMI MPO Kota Makassar , KOMANDO Sulsel, Himamateng, Gempa, KMKM Mamasa, KEPMI Flores Timur, Himpunan Mahasiswa Perikanan 45, KPPMT, dan PRODEM.

Igaruddin

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut