Mesir Kembali Membara: 360 Orang Terluka Dan 9 Orang Tewas

Tentara Mesir kembali melancarkan kekerasan untuk membubarkan demonstran di lapangan Tahrir, Sabtu, 17 Desember 2011. Setidaknya 360 orang terluka dan 9 orang tewas dalam bentrokan dua hari ini.

Demonstran berlarian ke jalan-jalan untuk menghindari serangan. Tetapi polisi terus melepas tembakan berkali-kali untuk menghentikan demonstran yang berusaha menyelamatkan diri.

Sabtu pagi, polisi dan militer berusaha mengontrol daerah dekat gedung parlemen dan kabinet. Mereka memasang barikade kawat berduri untuk menutup akses menuju lapangan Tahrir. Namun, hanya beberapa jam kemudian, bentrokan kembali meletus antara militer dan demonstran.

Kali ini, protes rakyat Mesir dipicu oleh ketidakpuasan terhadap perdana menteri baru, Kamal el-Ganzouri, dan penguasa tertinggi dewan militer. Rakyat Mesir menganggap Kamal el-Ganzouri seorang “kontra-revolusi”.

Tetapi, pihak dewan militer sendiri mengaku baru akan menyerahkan kekuasaan pasca pemilu Presiden pada bulan Mei mendatang.

Sejumlah laporan berusaha menyingkap penyebab bentrokan baru ini. Ada yang mengatakan, kemarahan itu dipicu oleh beredarnya video tentang tindakan polisi dan penjaga memukuli seorang demonstran.

Kabar lain menyebutkan, beredar kabar bahwa tentara berusaha meracuni demonstran melalui pembagian makanan gratis. Tetapi, terlepas dari berbagai dugaan itu, pemicu utama kemarahan ini adalah ketidakpuasan terhadap junta militer.

Salah seorang yang tewas dalam bentrokan itu adalah Sheik Emad Effat, seorang pejabat senior Dar al-Iftah Mesir. Istrinya, Nashwa Abdel-Fattah, mengatakan suaminya terbunuh oleh peluru tajam.

Para demonstan yang marah melancarkan serangan terhadap kantor-kantor pemerintah. Banyak kantor kementerian menjadi sasaran bom Molotov dan lemparan batu para demonstran.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut