Mahasiswa Wakatobi Tuntut Pilkada Demokratis

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Wakatobi, pada hari Minggu besok (27/3), bukan hanya panggung untuk menguji kehidupan demokrasi di pulau yang terkenal keindahan lautnya ini, tetapi sekaligus sebuah momen politik untuk mengakhiri proyek neoliberalisme yang sudah lama berlangsung.

Hal itu diungkapkan oleh puluhan mahasiswa asal Wakatobi di Makassar, saat menggelar aksi damai di bawah jembatan fly-over Makassar, rabu lalu (24/3). Mereka menggelar aksi dengan menggunakan nama Gerakan Penyelamat Demokrasi (Galaksi).

Menurut Marwan, salah seorang mahasiswa Wakatobi di Makassar, menganggap pemilu Wakatobi akan sulit berjalan secara demokratis, apalagi akan mengakhiri praktek neoliberalisme di kabupaten kepulauan tersebut.

“Tidak ada satupun kontestan dalam pemilukada yang mengajukan program konret untuk mengakhiri praktek neoliberalisme,” katanya.

Ia mencontohkan, kawasan pantai One Mobaa di Pulau Tolandona, Tomia, sudah disewakan kepada seorang pengusaha asal Swiss. Loren Mader, nama pengusaha tersebut, sudah menyewa pantai itu hingga 20-30 tahun.

“Loren Mader telah membeli sebagian pulau itu. Akibatnya, nelayan lokal tidak bisa mencari ikan di laut karena dibatasi oleh zonasi,” ujarnya.

Di balik gemerlap pariwisata Wakatobi, juga geliat modal asing untuk menguras kekayaan alamnya, ternyata sebagian besar rakyat Wakatobi masih kesulitan mengakses kebutuhan dasarnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

“Karena sebagian besar keindahan alam dan kekayaan di sana sudah dikuasai oleh pihak asing, maka rakyat Wakatobi pun banyak yang memilih menjadi perantau,” kata seorang mahasiswa saat orasinya.

Oleh karena itu, mahasiswa sangat berharap agar Pilkada bisa berjalan secara demokratis, dan kekuatan lama yang pro-neoliberal bisa tersingkir. Ir. Hugua, bupati lama yang kembali maju dalam pilkada kali ini, dianggap representasi dari kekuatan politik lama pro-neoliberal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Luarbiasa Aksi kawan-kawan di Makassar,

    Mau tanya ini, apa hubungannya Pilkada demokratis dengan Pariwisata?