Mahasiswa Quebec Bangkit Melawan!

Tiga bulan sejak meletusnya protes terhadap kenaikan biaya pendidikan di Montreal, Provinsi Quebec, Kanada, eskalasi perlawanan terus meluas dan makin melibatkan banyak sektor sosial, terlebih menjelang 100 hari mogok kuliah menentang kenaikan biaya pendidikan.

Pada Hari Selasa, 22 Mei 2012, ratusan ribu mahasiswa kembali berbaris di jalan-jalan. Protes ini berkembang luas, bahkan mendapat dukungan luas dari berbagai sektor sosial, lantaran penguasa setempat berusaha memberlakukan Undang-Undang yang memberangus hak protes dan menyatakan pendapat.

UU baru ini, seperti hukum darurat pada umumnya, melarang 50 orang atau lebih berkumpul di tempat  publik tanpa pemberitahuan polisi. Selain itu, setiap pelanggar UU ini akan dikenai denda 5000 dollar AS hingga 25.000 dollar AS. Bahkan, UU darurat ini memberi celah kepada pemerintah membuarkan organisasi atau serikat yang dianggap melanggar.

Dengan menggunakan media massa, pemerintahan sayap kanan juga berusaha mendiskreditkan aksi massa mahasiswa. Pemerintah melontarkan tudingan bahwa demonstrasi telah menganggu kebebasan umum.

Aksi protes pun berkembang luas. Rabu (23/5/2012), ratusan ribu mahasiswa kembali turun ke jalan. Massa rakyat menabuh panci di jalan-jalan sebagai bentuk solidaritas untuk perjuangan mahasiswa.

Pada Rabu Malam, Polisi menangkap setidaknya 513 massa aksi. Penangkapan juga berlangsung di Quebe City, dimana 170 orang ditahan. Penangkapan dan penahanan mahasiswa juga terjadi di Sherbrooke. Jumlah terakhir menyebutkan bahwa 2500 mahasiswa sudah ditangkap.

Sebuah jajak pendapat menyebutkan, 78% warga Quebec menganggap tindakan pemerintah provinsi sudah berlebihan. Selain itu, jajak pendapat ini juga menemukan bahwa sebagian besar penentang RUU kenaikan biaya pendidikan adalah kaum muda dan sebagian besar berasal dari keluarga berpendapatan menengah ke bawah.

Menariknya, gerakan ini punya simbol tersendiri: kain merah bersegi empat. Simbol itu dilekatkan dengan peniti di pakaian massa aksi. Selain itu, mahasiswa menggelar majelis umum setiap minggu untuk memutuskan taktik dan metode perjuangan: aksi mogok, pemboikotan kuliah, dan lain-lain. Ada tiga kelompok mahasiswa yang memimpin gerakan: CLASSÉ, FECQ dan FEUQ.

Pada Maret 2012, pemerintah Quebec mengajukan proposal untuk menaikkan biaya pendidikan sebesar 60% dalam lima tahun kedepan. Kemudian, kenaikan itu dimodifikasi menjadi 75% dalam tujuh tahun.

Pemerintah sudah terpojok. Pada 14 Mei lalu, Menteri Pendidikan Line Beauchamp mengundurkan diri. Ia tak sanggup lagi melanjutkan proposal pemerintah di tengah meluasnya gelombang protes. Tidak hanya itu, pemberlakuan UU darurat merupakan bukti betapa kalang-kabutnya rezim sayap kanan merespon kebangkitan gerakan mahasiswa dan rakyat.

WILLY SUMANTRI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut