Kuba Dan AS Akan Bertemu Untuk Pembukaan Kedutaan

obamaCastro2

Lima bulan pasca pemulihan hubungan diplomatik, pemerintah Kuba dan Amerika Serikat (AS) sedang menjajaki rencana pembukaan kedutaan masing-masing di kedua negara.

Menurut pejabat Departemen Negara AS, pada tanggal 21 Mei mendatang, bertempat di Washington, pejabat pemerintah AS dan Kuba akan menggelar pertemuan.

Pertemuan itu akan membahas langkah-langkah yang diperlukan menuju pembukaan kembali kedutaan di Havana dan Washington, kata sumber yang dikutip teleSUR, Kamis (14/5).

Sebelumnya, pada 10 Desember 2013, di upacara penghormatan mendiang Nelso Mandela, di Saweto, Afrika Selatan, Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Raul Castro. Peristiwa langka itu terekam kamera dan tersiar ke seluruh dunia, yang kemudian dianggap sebagai sinyal rekonsiliasi kedua negara.

Dan sinyal itu terbukti adanya. Pada tanggal 17 Desember 2014, Presiden Raul Castro mewakili Kuba dan Presiden Barack Obama mewakili AS mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik antar kedua negara setelah berseteru selama setengah abad.

Kemudian, pada tanggal 14 April 2015, pemerintah AS menghapus Kuba dari daftar negara yang dituduh mensponsori terorisme. Tidak hanya itu, AS juga melepas “Cuban Five”, lima warga Kuba yang ditahan di penjara AS tanpa proses pengadilan sejak tahun 1998 karena tuduhan terorisme. Sebaliknya, Kuba membebaskan Alan Gross, seorang warga AS yang bekerja di USAID dan dipenjara oleh Kuba selama 15 tahun, dan Rolando Sarraff Trujillo, warga Kuba yang menjadi mata-mata untuk AS.

Hubungan kedua negara retak setelah AS berusaha menggulingkan pemerintahan revolusioner di Kuba pasca revolusi Kuba tahun 1959 melalui invasi Teluk Babi. Setelah upaya itu gagal, AS memperburuk hubungan itu dengan embargo ekonomi selama hampir 50 tahun.

Raymond Samuel (Diolah dari teleSUR)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut