Koalisi LSM Kecam Aksi Penyerangan Kantor LBH Oleh Oknum BEM Unimal

Lhokseumawe: Kasus penyerangan kantor YLBHI Pos Lhokseumawe, yang disertai pemukulan terhadap dua orang aktivis, pada rabu (24/8) jam 23.00 WIB, mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Protes kali ini dari Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS), yang merupakan aliansi seluruh lembaga swadaya masyarakat di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Saat menggelar konferensi pers di LBH Lhokseumawe, tadi siang (26/8), koalisi LSM mengutuk aksi penyerangan ini sebagai tindakan yang tidak bermoral dan tidak intelek.

“Penyerangan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa Unimal, dalam hal ini sekjend BEM Unimal, M.Anis Mauliza dan kawan-kawannya, tidak dapat dibiarkan begitu saja, apalagi pemukulan dilakukan oleh orang kampus yang seharusnya memberi contoh baik kepada masayarakat sebagai kaum intelektual yang bermoral dan juga melakukannya di lokasi Lembaga Bantuan Hukum, kata juru bicara FKMS Lhokseumawe dan Aceh Utara, Safwani SH.

Menurutnya, ini bukanlah tawuran biasa antara mahasiswa, karena pelaku dan korban tidak punya urusan pribadi, melainkan sebuah aksi penyerangan yang sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang menentang transparansi anggaran dan demokrasi di Unimal.

“Ini sangat terkait dengan kejanggalan dalam sistim pendidikan di Unimal sendiri,” katanya.

Untuk itu, koalisi LSM mendesak agar pihak Kepolisian segera mengusut tuntas kejadian ini dan menangkap para pelaku penyerangan.

Selain itu, koalisi juga mendesak agar pejabat Dikti segera turun tangan dan melakukan investigasi atas berbagai persoalan di kapus Unimal.

Adapun koalisi LSM yang menggelar konferensi pers, antara lain, Sahara, LPL-Ha, Bytra, Limid, LBH Banda Aceh Pos Lsm, Jingki, Sepakat, Tani Bahari, PB-HAM Aceh Utara, JKMA Pase, Mata Aceh, LBH Apik, Jari Aceh, K2HAU, TII Region Lhokseumawe, LCW, Kobar GB AU, Kobar GB Lhokseumawe, SuMAK, FKMA, UMPAL, LBH Masya, LBH Anak Pos Lsm. (Ibh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut