80.000 Petani Protes Perampasan Tanah di Ibukota India

NEW-DELHI: Lebih dari 80.000 petani dari negara bagian India utara Uttar Pradesh (UP) pada Kamis, (26/8), melakukan protes di pusat ibukota India, dimana mereka berjalan menuju Parlemen mengutuk akuisisi paksa tanah oleh pemerintah negara untuk proyek tol.

“Seluruh aktivitas lalu lintas nyaris terhenti manakala petani masuk melalui Ghazipur ke perbatasan Delhi-Uttar Pradesh dan saat menuju Ram Leela Ground sebelum berjalan ke gedung parlemen. Tetapi aparat keamanan menghentikan mereka di Jantar Mantar, hanya dua kilometer dari gedung parlemen,” kata seorang pejabat kepolisian.

Para petani melakukan protes terhadap kompensasi yang terlalu kecil atas tanah mereka yang diambil pemerintah Uttar Pradesh untuk membangun  proyek Expressway Yamuna, yang akan menghubungkan Agra, sebuah objek wisata yang berlokasi di Taj Mahal, dan New Delhi.

Pertikaian ini telah membunuh sedikitnya 3 orang petani oleh pihak kepolisian saat terjadinya konflik.

Mereka juga menuntut pemerintah pusat mengamandemen UU akuisisi tanah, kata pejabat setempat.

Polisi mengaku belum mengambil jalan kekerasan untuk membubarkan protes petani di jalanan.

Sementara itu, pejabat partai berkuasa, partai Kongres, yang memegang wewenang di wilayah Uttar-Pradesh, Digvijaya Singh, mengatakan bahwa petani harus berkumpul di Majelis negara dan bukan parlemen nasional.

“Daripada melakukan protes di luar Lok Sabha (majelis rendah parlemen), mari kita pergi dan melakukan protes di majelis UP. Saya tidak berpikir petani harus di Lok Sabha. Selama protes yang disuarakan petani di UP, mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin melakukan sesuatu yang mengganggu kenyamanan publik. Ide mereka adalah membuat agar suara mereka didengar,” ujarnya. (Xinhua/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut