Kabel Fiber Optik Bawah Laut dari Venezuela Menjangkau Kuba

Hari Rabu ini Kuba mengadakan perayaan menandai tibanya sebuah kabel fiber optik bawah laut dari Venezuela- sebuah kabel penghubung yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses internet di pulau yang dikuasai komunis tersebut.

Media resmi menyatakan bahwa perayaan yang akan diadakan di wilayah timur Kota Santiago De Cuba tersebut akan dihadiri oleh berbagai kalangan diantaranya Wakil Presiden Ramiro Valdes, Sekretaris Jendral Perhimpunan Telekomunikasi Internasional (International Telecommunication Union), Harmadou Toure, dan perwakilan pemerintah Venezuela.

Toure sebelumnya telah berkunjung ke Kuba saat dilangsungkannya Science Fair di Havana.

Ile de Batz, kapal yang membawa kabel tersebut ke darat, tiba di pantai sebelah timur Kuba setelah menempuh 19 hari pelayaran dari Venezuela, Negara yang menjadi sekutu terdekat Kuba.

Menteri Ilmu Komputer dan Telekomunikasi Kuba, Medardo Diaz, mengatakan bahwa kabel bawah laut tersebut telah “memutus blokade (ekonomi)” yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba dan sekaligus mendukung “kedaulatan nasional” dalam bidang telekomunikasi.

Wilfredo Morales, Presiden Telecomunicaciones Gran Caribe S.A., mitra kerjasama Kuba-Venezuela yang memiliki jalur tersebut, mengatakan bahwa proyek ini berlanjut sesuai dengan jadwal dan kabel tersebut dapat dioperasikan pada bulan Juli.

Kabel yang pemasangannya dimulai pada 22 Januari di sebelah utara Venezuela tersebut, akan menjadi solusi alternatif bagi Kuba yang saat ini sering mengalami kelambatan sambungan satelit.

Proyek yang disokong oleh bantuan Cina dan Prancis ini menelan biaya sekitar $70 juta. Kabel tersebut mencakup 1,630 kilometer (1,012 mil) dari sebuah spot dekat pelabuhan La Guaira Venezuela menuju sebuah kota di wilayah sebelah timur Kuba, Siboney. Dan untuk segmen kedua akan ditambah sekitar 230 kilometer (143 mil) dari Kuba menuju Ocho Rios, Jamaica.

Kabel yang memiliki kapasitas 640 gigabyte dan memiliki jangka waktu pakai selama 25 tahun, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan akses suara, data dan transmisi video hingga 3000 fold, ungkap seorang ahli telekomunikasi.

Namun demikian seorang pejabat Kuba menyatakan bahwa meski proyek pemasangan sambungan ini telah usai namun Kuba tetap membutuhkan investasi pada sector infrastruktur dan network untuk meningkatkan pelayanan internet dan telpon di Negara tersebut.

Selanjutnya, Kuba juga memprioritaskan untuk melanjutkan pembangunan telecenter publik (tempat masyarakat mengakses komputer, internet, dan peralatan digital lainnya) dan meningkatkan akses internet terhadap sekolah rumah sakit dan institusi ilmu pengetahuan lainnya.

Saat ini, masih sedikit akademisi, wartawan dan kelompok profesional di Kuba yang bisa mengakses internet dari langsung rumah.

Sejak 1996, Kuba hanya mengandalkan sambungan satelit yang lambat dan mahal, sehingga pemerintah menekankan pada pembatasan kapasitas koneksi yang kemudian berimbas pada pembatasan akses masyarakat terhadap jaringan (Web).

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa embargo Amerika Serikat adalah alasan utama hingga selama ini layanan internet tidak dapat dinikmati oleh mayoritas rakyat Kuba.

Kedatangan kabel bawah laut tersebut bertepatan dengan langkah nyata yang dilakukan pemerintah Kuba untuk membuka blokir akses – paling tidak untuk saat ini – terhadap berbagai blog di internet yang mengkritisi pemerintah, termasuk “Generasi Y” milik Yoani Sanchez.

Sumber: http://venezuelanalysis.com/news/6009 (Diterjemahkan oleh: Zulkhair Burhan)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut