Polisi Bubarkan Aksi Gerakan Pasal 33 UUD 1945 Di Palembang

Puluhan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sedang menggelar aksi menyerukan pelaksanaan pasal 33 UUD 1945 di Simpang Empat Jakabaring, Kamis (10/11), dibubarkan paksa oleh kepolisian.

Menurut Eka Subakti, Ketua PRD Sumsel, tindakan pembubaran sama sekali tidak beralasan. “Kami hanya menggelar aksi damai dengan membagi-bagikan selebaran tentang pasal 33 UUD 1945 kepada masyarakat,” katanya.

Bahkan, untuk menyakinkan polisi, Eka berusaha bernegosiasi dan diberi kesempatan untuk melanjutkan aksinya secara damai. Tetapi polisi tetap mendorong-dorong massa itu hingga terdesak dan membubarkan diri.

Bahkan seorang anggota polisi hampir merobek bendera PRD. Beruntung, para aktivis PRD tidak terpancing dengan provokasi tersebut. “Kami menyesalkan perlakuan polisi yang terlalu berlebihan ini,” ujarnya.

Menurut rencananya, demo PRD ini akan membagi-bagikan surat seruan kepada masyarakat luas perihal gerakan pasal 33 UUD 1945. “Kami bukan mau mengganggu perhelatan Sea Games. Kami mendukung acara itu berlangsung sukses. Tetapi kami mau menyampaikan persoalan bangsa ini kepada rakyat banyak,” ungkap Eka.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • stubent mnacal

    knapa pemerintah selalu beralasan mengganggu keamana ketika rakyat ingin tahu semu kebobrokannya…..
    tetap lanjutkan aksimu kawan…………..
    kami rakyat maluku utara mendukung dan akan bergerak aktif serta membongkar semua kebobrokan pemeritahan hari ini melalui aksi-aksi massa bersama dengan rakyat……….
    tetap bersatu dan harus tetap melawan