Hugo Chavez Dan Kebijakan Pro Masyarakat Adat

Hugo Chavez, yang berasal dari keturunan pribumi, punya perhatian besar terhadap masyarakat adat. Segera setelah menjadi Presiden pada tahun 1999, konstitusi nasional diubah dan UU organik komunitas dan masyarakat adat segera disahkan, yang memberi hak khusus kepada masyarakat adat.

Dengan UU itu, masyarakat adat punya hak untuk membatasi dan mendiami tanah lelulur mereka, mengirimkan anaknya ke sekolah dua bahasa, memilih masyarakat adat sebagai anggota parlemen, praktek pengobatan tradisional dan menjalankan kepercayaan leluhur mereka.

UU ini juga secara eksplisit mengakui adanya penganiayaan sistematis terhadap masyarakat adat yang dilakukan rejim sebelumnya. UU ini mengembalikan martabat kaum adat dan melindungi material genetik mereka.

Beberapa konflik muncul dengan tuan tanah ketika suku Yupka di bagian barat Venezuela, khususnya di negara bagian Zulia, mengklaim dan mendiami wilayah leluhur mereka. Sebelumnya, di bawah rejim kanan, mereka hidup sebagai petani tak bertanah dan dan bekerja di peternakan tuan tanah. Di bawah UU baru, mereka merebut kembali apa yang pernah menjadi milik mereka.

Orang-orang Yupka membawa dokumen sejarah, survei topografi dan kesaksian antropologis yang membuktikan hak mereka. Pada tahun 2008, mereka menduduki tanah milik swasta, sedangkan polisi berusaha menutup daerah itu dan melarang orang-orang Yupka untuk masuk.

Dalam acara TV, “Halo Presiden” (Aló Presidente), Chavez mengatakan, “tidak seorang pun punya keraguan: dalam pertarungan antara tuan tanah besar dengan Indian, pemerintah berdiri di tengah kaum indian.”

Sementara itu, perkebunan besar telah diambil alih. Komisi Demarkasi Tanah Nasional, sebuah lembaga di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, membuat demarkasi di tanah yang sudah diduduki itu dengan bantuan dan partisipasi dewan adat.

Kolektivisme adat diciptakan di atas tanah itu, sebagai jalan menghidupkan kembali spirit sosialisme leluhur Indo-Amerika. Masyarakat adat tidak mengenal kepemilikan pribadi, dan mereka hidup secara komunal.

Pada oktober 2009, sekitar 40.000 hektar (100.000 hektar) diberikan kembali kepada orang-orang Yupka oleh pemerintahan Chavez untuk digunakan secara komunal. Wilayah orang-orang Yupka membentang di sepanjang Sierra de Perijá hingga danau Maracaibo.

Tuan tanah yang kehilangan tanah berulang-kali berupaya melakukan taktik destabilisasi, dengan melakukan penentangan berbau kekerasan terhadap pemerintahan Chavez. Mereka bahkan membunuh beberapa orang Indian.

Kebijakan Chavez lainnya untuk kaum pribumi adalah peluncuran misi sosialis. Berbagai misi untuk memberikan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan dan perumahan kepada masyarakat adat.

Komunitas masyarakat adat membangun sendiri rumah mereka, dengan menggunakan bata dan kayu. Mereka menjual hasil produksi mereka melalui koperasi-koperasi. Selain itu, mereka membangun sekolah dua bahasa.

UU tentang bahasa asli Venezuela menghidupkan kembali kebudayan leluhur, bahasa, dan pemikiran indo-amerika. UU ini diterjemahkan dalam berbagai bahasa suku, seperti Akawayo, Baré, Barí, Curripaco, Inga, Jivi, Ökuana, Pemón, Piapoco, Piaroa, Puinave, Pumé, Warao, Warekena, Wayuunaiki, Yanomami dan Yeral.

Revitalisasi dan perlindungan budaya asli di Venezuela adalah sangat penting bagi Hugo Chavez, yang disebut “Jantung Bangsa”. Venezuela punya Menteri Urusan Masyarakat Pribumi, Nicia Maldonado, dan merayakan beberapa hari libur masyarakat adat.

Setiap 18 Maret adalah hari anak adat, sebagai pengakuan terhadap anak-anak masyarakat adat, menyoroti keunggulan budaya, sejarah, bahasa, dan sosial mereka.

Tanggal 8 Oktober adalah hari Perlawanan Adat. Ini untuk menandai kedatangan Christopher Colombus di benua ini pada tahun 1492. Penjajah Spanyol itu mengira telah menemukan “benua baru”. Padahal, faktanya masyarakat asli Indian sudah hidup di sana selama ribuan tahun. Penjajah Spanyol ingin menghilangkan manusia ini dan kebudayaan mereka, tetapi berhadapan dengan perlawanan yang kuat.

Salah satu tokoh pahlawan lokal melawan Spanyol adalah kepala suku Guaicaipuro, dari suku Caracas. Nama Ibukota Venezuela diambil dari sukunya dan misi Guaicaipuro diperkenalkan pada tahun 2004.

Setiap tahun, ribuan masyarakat adat datang ke Caracas pada 12 Oktober untuk memperingati Hari Perlawanan Adat. Di Pantheon Nasional, Hugo Chavez memberi karangan bunga untuk menghormati Guaicaipuro.

Semua suku-suku asli Venezuela didorong untuk bergabung di kutub patriotik (Polo Patriotico), sebuah front gerakan kerakyatan yang diciptakan oleh PSUV—partai sosialis—yang sedang bersiap-siap menghadapi pemilu Presiden pada oktober mendatang.

Nohelí Pocaterra, seorang anggota parlemen dari masyarakat adat, menegaskan bahwa banyak orang Indian tertarik untuk mempertahankan proses revolusioner di bawah pemerintahan Chavez. “Kami punya mekanisme kami, kami diorganisasikan. Kami berpegang kepada bangsa kami, provinsi, kota, lokal, dan organisasi komunitas. Anak-anak, remaja, remaja, perempuan, semua diorganisasikan,” katanya.

José Gonzáles, Presiden Dewan Nasional Indio Venezuela (CONIVE), juga mendukung inisiatif itu.

Masyarakat adat Venezuela berterima kasih kepada Hugo Chavez karena telah mengembalikan martabat dan membela hak-hak mereka. Oleh karena itu mereka ingin berkampanye aktif dalam pemilu oktober mendatang.

“Amor con amor se paga.” – “Cinta dibayar dengan cinta.”

OLIVIA KROTH

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut