Kesal ‘Dijanji-Janji’, Petani Datangi Kantor Gubernur Lampung

Kesabaran rakyat itu mengenal batas. Begitu pula dengan para petani dari tiga desa di Lampung Tengah, yakni Sendang Ayu, Surabaya, dan Padang Ratu. Mereka mengaku kesal dengan janji-janji Gubernur yang tak kunjung terealisasi.

Sudah seminggu ini petani menunggu SK redistribusi tanah dari Gubernur. Akan tetapi, surat itu tak kunjung tiba di tangan petani. Para petani sangat khawatir jika Gubernur hanya meniupkan angina surga.

Karena itu, siang (15/4/2012) tadi, ratusan petani Lampung Tengah ini kembali menggelar aksi di kantor Gubernur. Mereka memulai aksinya dari posko aksi pendudukan di depan kantor BPN menuju kantor gubernur.

“Kata pak Sekda, panitia distribusi sudah dibentuk. SK-nya tinggal menunggu tanda-tangan gubernur. Tetapi seminggu kami menunggu, SK itu tidak datang juga,” kata koordinator aksi, Isnan Subkhi, di Lampung (15/4/2012).

Sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan petani diterima berdialog dengan pihak gubernur yang diwakili oleh Asisten I Gubernur Lampung, Kusnardi. Kusnardi mengatakan, panitia redistribusi sudah dibentuk. Hanya saja, SK-nya belum ditanda-tangani oleh Gubernur.

“Timnya sudah dibentuk. Ketuanya saya sendiri. Suratnya baru kami serahkan tadi pagi ke Gubernur,” katanya.

Penjelasan itu menyulut emosi perwakilan petani. Rakhmad Husein, salah seorang perwakilan petani, mengatakan: “Pada tanggal 19 april lalu katanya surat itu sudah diserakan kepada Gubernur. Pak Joko Umar Said (Wakil Gubernur) yang mengatakan begitu.”

Perdebatan pun menjadi alot. Perwakilan petani bersikeras agar gubernur segera menerbitkan SK redistribusi tanah. “Jangan meninahbobokan kaum tani,” kata Rakhmad dengan nada keras.

Novel Sanggem, ketua SRMI Lampung, mempertanyakan komitmen gubernur Lampung terhadap perjuangan petani. “Jangan bicara di media massa, bahwa prihatin dengan nasib petani, jikalau tidak keberpihakan real,” tegasnya.

Sekitar pukul 12.45 WIB, perwakilan petani sudah keluar dari kantor Gubernur. Ahmad Bara Lampung, salah seorang negosiator, menjelaskan bahwa pihak gubernur baru menerima SK tadi pagi. Artinya, kata Ahmad, gubernur dan aparatusnya hanya melakukan itu jika ada tekanan massa.

Sementara itu, aksi mogok makan di depan kantor BPN Lampung masih berlangsung. Dari 40-an orang yang mogok makan di hari pertama, sekarang tinggal 1 orang petani yang masih bertahan.

Sopari (50 tahun), nama petani itu, mengaku tidak akan menghentikan aksinya sebelum tuntutannya dipenuhi.

SADDAM CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut